Mahfud MD: Hindari Golput Karena Merugikan

mahfud md
Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan, Prof Mohammad Mahfud MD. [foto : Inisiatifnews]

Inisiatifnews – Masyarakat antara kubu pasangan calon nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf Amin, dan kubu pasangan calon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sudah terbelah sedemikian rupa. Ini dikhawatirkan membahayakan demokrasi di Indonesia.

Ditambah lagi berita hoaks yang terus diproduksi oleh pihak-pihak yang ingin mengadu domba rakyat. Tentu akan mengurangi partisipasi publik pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2019.

Bacaan Lainnya

Sebagian masyarakat yang jengah dengan pertikaian kedua kubu, akhirnya a memutuskan untuk tidak memilih alias golput. Mahfud pun menyebut, gerakan golput yang didengungkan sebagian kelompok itu harus dihindari. Bahkan ia menegaskan jika Golput tidak akan menghasilkan kebaikan. Maka dari itu, masyarakat harus menggunakan hak pilihnya di pemilu 2019 nanti.

“Hindari golput karena golput itu akan merugikan. Golput itu biasanya dilakukan aktivis karena calon-calon yang dihadirkan tidak baik,” ucap Mahfud MD dalam Dialog Kebangsaan: Meneladani Patriotisme Arek Suroboyo Bagi Indonesia Emas 2045′ di Stasiun Gubeng, Kamis (21/2/2019).

Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan ini mengatakan, apabila gerakan golput ini terus berkembang, calon pemimpin yang akan terpilih adalah calon yang lebih jelek.

“Yang terpilih pasti yang lebih jelek. Pilihlah yang terbaik dari yang ada,” imbau Mahfud.

Menurut Mahfud, tak masalah pemilu meniru istilah yang dipakai orde baru, yaitu pesta demokrasi. Di setiap pesta itu, kata Mahfud, harusnya menyenangkan. Karena itu, tidak ada sesorang yang menikmati makannan di sebuah pesta, ketika pulang semuanya sakit perut.

“Pesta itu ya, pilih sendiri caleg ini, caleg itu, capres ini, capres itu, makanlah ibarat pesta. Nah, nanti ketika sudah pulang perut kita enak dan kita rukun kembali sebagai bangsa. Karena pada dasarnya, pemilu itu untuk memilih pemimpin bersama,” jelas Mahfud MD, mengajak publik untuk tidak golput pada Pilpres 2019 mendatang.

Diingatkannya, memilih calon pemimpin adalah hak eksklusif yang diberikan konstitusi kepada warga.

“Jangan sampai golput, rugi. Gerakan kita ke sana, mengajak untuk memilih siapa saja. Pilih, pilih, pilih. Pokoknya pilih,” tandas Mahfud.

[FQ]

Temukan kami di Google News.

Pos terkait