Amien Rais Minta Perhitungan Suara Tak Digelar di Hotel Borobudur, Bawaslu Pilih Percaya Kemampuan KPU

amien rais
Amien Rais bersama Eggi Sudjana dan tokoh aksi Apel Siaga Ummat di depan KPU. [foto : Inisiatifnews]

Inisiatifnews – Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Fritz Edward Siregar menyampaikan bahwa pihaknya sering melakukan komunikasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait dengan persoalan teknis penyelenggaraan pemilu, termasuk juga dengan melakukan antisipasi serangan siber dalam proses penghitungan suara pemilu 2019.

“Kita juga sering berkonsultasi bersama KPU, bagaimana agar bisa sistemnya KPU bisa lebih baik lagi dalam rangka mengatasi hacker itu, saya rasa sih tidak peduli tempatnya di mana saja ya, hacker kan bisa kerja di mana saja,” kata Fritz kepada wartawan, Rabu (27/3/2019).

Bacaan Lainnya

Ia pun menegaskan bahwa pihaknya sangat yakin jika KPU dapat mengatasi semua masalah yang ada di Pemilu nanti.

Dia menegaskan KPU dan Bawaslu akan mengawasi langsung pemilu yang tinggal menghitung hari itu.

“Saya sih yakin KPU pasti melakukan berbagai cara untuk dalam rangka melindungi proses, yang dimana soal itu menjadi bagian darimana pengawasan Bawaslu dan KPU,” katanya.

Statemen Fritz ini disampaikan untuk sekilas menjawab desakan politikus senior Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais yang meminta KPU tidak melakukan perhitungan suara di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.

Alasan yang disampaikan Amien Rais itu karena ada makhluk gaib dan hacker.

Sementara itu, tudingan Amien Rais tentang adanya genderuwo dan peretas itu pun disanggah oleh pihak pengelola Hotel Borobudur.

Marketing Communications Manager Hotel Borobudur, Rizki Permata Sari menyebutkan bahwa apa yang disampaikan oleh salah satu penasehat Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) itu sangat tidak mendasar dan minim bukti.

“Kami menolak dengan tegas pernyataan yang tidak berdasar dan tidak dapat dibuktikan tersebut,” kata Rizki dalam keterangan tertulis, Selasa (26/3).

Temukan kami di Google News.

Pos terkait