Ikrar Persahabatan di Penghujung Debat

Inisiatifnews – Debat keempat Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 berakhir. Masing-masing calon presiden (capres) Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto menutupnya dengan ikrar persahabatan.

Jalannya debat Sabtu (30/03/2019) malam, di Shangri-La Hotel Jakarta, berlangsung cukup seru. Keduanya beradu gagasan, visi, dan misi. Misalnya saat tema Ideologi, keduanya sama-sama curhat. Prabowo sedih karena dianggap mendukung khilafah, padahal sebagai mantan prajurit, dia sangat NKRI, Pancasila sudah final baginya. Sementara Jokowi tak kalah sedih. Empat tahun lebih tuduhan PKI tersemat padanya.

Bacaan Lainnya

Soal ideologi, keduanya sama-sama sepakat, Pancasila, sebagai hasil kesepakatan pendiri bangsa ini sudah final. Harus terus ditanamkan dari pendidikan usia dini hingga dewasa. Tidak lewat indoktrinasi, melainkan lewat cara-cara yang kekinian.

Di tema berikutnya, Pemerintahan, Pertahanan dan Keamanan, serta Hubungan Internasional, keduanya saling serang dan bertahan. Hadirin, tim sukses dan sorak kedua kubu juga saling adu yel-yel dukungan. Moderator Retno Pinasti dan Zulfikar Naghi berkali-kali mengingatkan mereka untuk tertib.

Di tema pemerintahan, Jokowi menyebut istilah baru, pemerintahan digital melayani (Dilan). Dia telah meletakkan dasar reformasi pelayanan berbasis elektronik. E-budgeting, e-government, e-planning dan e-e lainnya dibutuhkan untuk kecepatan pelayanan.

Prabowo sedikit membantah, menurutnya, apapun sistemnya, termasuk memakai teknologi informasi secanggih apapun, kalau perilaku korupsi masih mengakar, tak akan berhasil. Kalau kekayaan Indonesia masih terus bocor dan mengalir ke luar negeri, sama saja. Lebih baik pakai teknologi jadul, asal kekayaan Indonesia tetap di dalam negeri.

Di tema berikutnya, Prabowo, berapi-api saat menjelaskan lemahnya Alutsista dan minimnya anggaran pertahanan keamanan. Juga saat memaparkan lemahnya diplomasi Indonesia di depan negara asing. Jokowi membantah. Anggaran TNI dinilainya terus bertambah. Penguatan SDM dan teknologi pertahanan siber terus dilakukan. Radar udara dan maritim sudah tersebar dan siap mendeteksi ancaman serta mempertahankan wilayah NKRI.

Di tema berikutnya dan sesi tanya jawab, Prabowo sempat menyalahkan para pembisik Jokowi yang dinilainya ABS alias asal bapak senang.

Setengah Banyumas Setengah Minahasa Yang Tetap Bersahabat dengan Orang Solo

Yang menarik, setelah debat penuh semangat, saling serang dan bantah, adu bertahan dan argumen, keduanya melakukan ikrar persahabatan di penghujung acara.

Saat closing statement, Jokowi menyebut dirinya dan Prabowo merupakan sahabat. Jokowi mengibaratkannya dengan hobinya bersepeda. Saat mengayuh sepeda, Jokowi mengaku rantainya sering putus.

“Tapi percayalah rantai persahabatan Saya dengan Pak Prabowo tak akan putus. Persahabatan Pak Mar’uf Amin dan Pak Sandiaga juga tidak akan putus,” ujar Jokowi menyakinkan Prabowo.

Senada, Prabowo juga mengaku persahabatannya dengan Jokowi tidak akan putus walaupun kerap berbeda pandangan. “Audiens kalau lihat kita terlalu bersahabat, ya kita bagaimana yah? Saya bersahabat dengan beliau, walau kita berbeda tentang kenegaraan,” ucap Prabowo sembari berkelakar.

Prabowo pun meminta Jokowi maklum. Pasalnya, dia kerap berbicara dengan nada sedikit keras. Namun demikian, Prabowo tetap meyakinkan, dirinya tetap menghormati Jokowi.

“Maaf Pak, saya agak keras, karena saya setengah Banyumas, setengah Minahasa. Jadi agak keras. Banyumas itu, Bataknya Jawa Tengah. Bapak kan Solo, halus. Saya hormat dengan bapak. Kita pun enggak akan putus persaudaraan, kita berjuang untuk rakyat, yang terbaik untuk bangsa,” ujar eks Danjen Kopassus ini.

Prabowo juga sempat menyebut beberapa tokoh di kubu Jokowi-Ma’ruf yang selama ini bersahabat dengannya. “Saya dan tokoh-tokoh semua, Ibu Mega, Mbak Yenny semua, Mas Pram, kita pun enggak akan putus persaudaraan,” tambah Prabowo.

Di akhir, Prabowo sempat mengingatkan kembali kepada Jokowi agar lebih berhati-hati terhadap pembisik dan penasihatnya. Ia menyarankan Jokowi tidak cepat percaya dengan laporan-laporan baik yang hanya asal bapak senang.

Debat capres 2019 keempat ini pun ditutup dengan sangat menyejukkan. Foto-foto Jokowi dan Prabowo muncul di layar besar background panggung. Lagu Nasional Padamu Negeri mengakhiri secara resmi disusul Kemesraan yang mengalun menjadi back song berakhirnya acara. Kedua capres berpelukan. Cipika-cipiki. (FM)

Temukan kami di Google News.

Pos terkait