Pemilu Telan Biaya Rp 25 Triliun, Mubadzir Kalau Golput

Inisiatifnews – Pemilihan umum (Pemilu) serentak 17 April 2019 menelan biaya mencapai Rp 25 triliun. Karenanya, mubadzir bila masyarakat golput dan menyia-nyiakan suaranya mengingat duit yang tak dihabiskan tak sedikit.

Masyarakat diharap datang ke TPS dan menggunakan hak pilihnya. Pernyataan ini disampaikan calon presiden (Capres) nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) saat kampanye akbar di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), Selasa (02/04/2019).

Bacaan Lainnya

“Jangan sampai ada satu orang pun di antara kita yang golput. Karena ini menyangkut, sekali lagi, menyangkut anggaran yang triliunan, Rp 25 triliun,” kata Jokowi di Palembang Sport Convention Center (PSCC), Sumatera Selatan.

“Pakai baju putih saat datang ke TPS untuk memberikan hak suara. Kenapa? Karena kita akan coblos yang pakai baju putih,” ajaknya.

Kedatangan Jokowi yang didampingi oleh istrinya, Iriana Jokowi disambut meriah ribuan masyarakat Palembang. Keduanya diarak memakai mobil hias berbentuk kapal Sriwijaya. Masyarakat yang sejak pagi berkumpul, mengantarnya menuju Palembang Sport Convention Center, tempat kampanye akbar capres nomor urut 01 di kota ini

Ketika mobil hias yang ditunggangin Jokowi dan Iriana tiba di Jalan Radial, keduanya langsung dikerumuni warga. Keduanya pun membagikan kaus putih kepada warga di sepanjang jalan dari Transmart Mall ke arah Palembang Sport Convention Center.

Selain mengingatkan untuk tidak golput, dalam sambutannya, Jokowi sangat terkesan dengan sambutan ribuan masyarakat Palembang. “Saya lihat saat pawai, terlihat bahwa Palembang ini beragam, baik agamanya dan sukunya. Semua bergembira dalam rangka menyambut 17 April,” ungkap eks Walikota Solo ini sembari memuji masyarakat Sumsel yang multikultural dan dapat hidup rukun serta damai.

Jokowi pun menjanjikan pembangunan infrastruktur di Sumsel dilanjutkan dan menjamin Jalan Tol Palembang-Bakauheni, Lampung beroperasi penuh pada Juni 2019.

Dia juga meminta pendukungnya tidak mudah terprovokasi oleh kabar bohong berisi fitnah keji yang sering disematkan kepadanya. “Penghapusan pendidikan agama, bohong. Legalisasi pernikahan sesama jenis, hoaks. Adzan akan dilarang apabila saya terpilih lagi, fitnah. Ini harus diluruskan, bantu saya luruskan ini karena sembilan juta orang percaya isu seperti ini,” pinta Jokowi.

“Pemilu itu pesta demokrasi. Karena ini pesta, semua harusnya senang dan gembira. Jangan menakut-nakuti orang yang sedang gembira, menakut-nakuti rakyat, mengancam pemerintah. Sambut Pemilu dengan suka cita dan riang gembira. Gunakan hak Anda untuk menentukan masa depan bangsa,” imbaunya. (FM)

Temukan kami di Google News.

Pos terkait