Saksi Prabowo-Sandi Diteror, Yusril : Alasan

Yusril Ihza Mahendra
Tim kuasa hukum Jokowi-Maruf dalam sidang PHPU Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi.

Inisiatifnews – Ketua tim kuasa hukum Jokowi-Maruf, Yusril Ihza Mahendra menilai bahwa kesaksian beberapa saksi yang rencananya akan dihadirkan oleh tim kuasa hukum Prabowo-Sandi di sidang gugatan Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) hanya alasan semata.

Yusril menilai itu hanya sebuah dalih saja untuk mencoba membenarkan alasan bahwa saksi-saksi Prabowo-Sandi tidak bisa hadir dalam persidangan karena ada tekanan dan ancaman. Dan ini menurut Yusril adalah narasi untuk memberikan stigma kepada publik secara luas saja.

Bacaan Lainnya

“Kami menganggap justru laporan ke LPSK itu merupakan satu teror psikologis kepada masyarakat seolah-olah para saksi yang akan diajukan ke MK ini dihalang-halangi, diteror, dan ditakut-takuti. Sehingga nanti ujung-ujungnya tidak datang ke MK,” ujar Yusril di Posko Cemara, Jakarta, Senin (17/6/2019).

Yusril menuturkan saksi yang dihadirkan dalam persidangan tak hanya sekedar disumpah ketika akan memberikan kesaksian. Akan tetapi, ia menyebut saksi juga harus mampu memberikan kesaksian atas sebuah fakta sesuai apa yang dilihat, dengar, dan ketahuinya.

“Nah karena tidak mampu lantas ‘oh kami ditakut-takuti, ok kami diteror, dan sebagainya’. Itu bisa terjadi seperti itu,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Yusril meminta masyarakat tidak langsung menuding pihak Jokowi-Ma’ruf sebagai pihak yang menghalangi, mengancam, dan meneror saksi 02 yang akan dihadirkan ke MK.

Tim Jokowi berharap persidangan berlangsung dengan jujur dan adil, termasuk dalam hal memberi ruang bagi seluruh pihak yang berpekara untuk memberikan kesaksian yang lengkap.

“Tapi ujung-ujungnya, ya Anda boleh ngomong apa saja, boleh bicara apa saja, tapi apakah Anda bisa membuktikannya,” nilainya.

Tak hanya itu, Yusril menyampaikan pihaknya sangat ingin mengetahui bukti dan mendengar keterangan saksi 02 karena selama ini sangat banyak persepsi dan dugaan negatif terhadap Jokowi-Ma’ruf.

“Silakan lah diungkapkan. Tapi dari list dari daftar bukti itu kan kami sudah bisa ‘lho kok begini’. Nah jadi jangan sampai nanti gagal membuktikan terus mencari-cari alasan seolah-oleh mereka diteror dan sebagainya yang saya kira itu tidak sehat dalam upaya penegakan hukum yang fair, jujur, adil dan terbuka,” kata Yusril.

“Kami menginginkan sidang MK ini mengakhiri segala ketegangan politik dan konflik yang ada di tengah-tengah masyarakat,” tutupnya.

[SOS]

Temukan kami di Google News.

Pos terkait