Pengamat Nilai Masuknya Gerindra ke Koalisi Pemerintah Berdampak Buruk

Ujang Komarudin
Raden Ujang Komarudin. [foto : Facebook]

Inisiatifnews – Meskipun menguntungkan Joko Widodo, bergabungnya Gerindra ke koalisi, namun hal itu justru bisa menimbulkan dampak negatif yang lebih luas.

Pengamat politik Raden Ujang Komarudin mengatakan, partai-partai koalisi yang sudah berjuang dari awal seperti Nasdem, Golkar, PKB, PPP tak bisa mendapatkan hak dan apresiasi atas perjuangannya memenangkan Jokowi selama ini.

Bacaan Lainnya

“Karena jatah menterinya bisa terkurangi. Dan posisi Ketua MPR juga sedang diincar Gerindra,” kata Ujang kepada wartawan di Jakarta, Senin (29/7/2019).

Ujang melanjutkan, partai koalisi Jokowi terutama 4 poros partai tak akan mau menerima. 

“Selain karena takut jatah menteri berkurang dan Ketua MPR juga melayang ke Gerindra. Tapi juga Gerindra akan memiliki pengaruh yang kuat di koalisi Jokowi bersama PDIP,” jelas pengajar dari Universitas Al Azhar ini.

Ujang menganggap, jabatan menteri yang pas bagi Gerindra tergantung deal-deal politik dengan Jokowi.

“Tergantung kesepakatan Jokowi dan Prabowo. Karena Prabowo konsen terkait persoalan ekonomi, pertaninian, energi, dan lainnya. Bisa saja kementerian yang diincar kementerian di bidang tersebut,” imbuh Ujang.

Saat ini, upaya Gerindra untuk mengincar jabatan menteri terlihat dari beberapa statmen politisinya yang cenderung melunak terhadap Jokowi.

Mereka bahkan tak jarang memuji dan mengurangi kritikan terhadap pemerintah.

Ujanh menganggap, hal ini bagian dari pendekatan yang dilakukan Gerindra.

“Melunak karena persiapan rekonsiliasi. Tak mungkin menyerang terus. Karena jika menyerang terus, rekonsiliasi tak akan jadi. Melunak karena bisa saja saling menjaga dan menghargai,” ungkap Ujang.

Ujang juga memastikan, jika Gerindra bergabung, tak ada partai koalisi Jokowi yang bakal keluar.

“Tak akan ada yang keluar. Cuma perang dingin diinternal koalisi Jokowi saja,” tandas Ujang. []

Pos terkait