72,3 Persen Masyarakat Indonesia Tolak Presiden Dipilih MPR

LIPI
Kegiatan rilis survei LIPI tentang Pemilu.

Inisiatifnews – Polemik tentang wacana dikembalikannya fungsi Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sebagai lembaga tertinggi negara sekaligus bisa memilih Presiden dan Wakil Presiden kembali, tampaknya disikapi dengan ilmiah oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Dalam kesempatannya, LIPI akhirnya merilis hasil survei terkait dengan jejak pendapat publik tentang wacana pemilihan presiden dan kepala daerah dilakukan dengan cara tidak langsung itu.

Bacaan Lainnya

Dan berdasarkan hasil survei yang dilakukan dengan rentan waktu 27 April-5 Mei 2019 tersebut, setidaknya didapati 72,3 persen warga menginginkan pemilihan presiden dan kepala daerah tetap dilakukan secara langsung yakni melalui pemilu.

“19,1 persen menyatakan setuju, 72,3 persen menyatakan tidak setuju dan 9,6 persen menyatakan tidak menjawab,” kata Peneliti LIPI Wawan Ichwanuddin dalam pemaparan hasil survei di kantor LIPI, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (28/8/2019).

Dalam kuesioner yang disodorkan kepada responden, LIPI memberikan sebuah pernyataan bahwa ‘Sebaiknya presiden dan kepala daerah tidak dipilih langsung oleh rakyat karena menimbulkan perpecahan dalam masyarakat’. Dan dari pendapat responden, mereka mayoritas menolak tentang pernyataan itu dan tetap sepakat agar pemilihan kepala daerah dan kepala negara dilakukan melalui mekanisme pemilu langsung.

“Mayoritas responden menolak gagasan untuk menghapus pemilihan presiden dan kepala daerah secara langsung karena menimbulkan perpecahan,” imbuhnya.

Perlu diketahui, bahwa survei yang dilakukan oleh LIPI tersebut dilakukan pada 27 April-5 Mei 2019 dengan melibatkan sebanyak 1.500 orang responden dari seluruh provinsi di Indonesia.

Selain survei publik, LIPI juga melakukan survei tersebut ke 119 tokoh dengan kriteria politisi, jurnalis, pengurus asosiasi pengusaha, tokoh agama, budayawan, tokoh gerakan perempuan hingga pemuda.

Metodologi yang digunakan dalam survei ini adalah wawancara tatap muka dengan menggunakan instrumen kuesioner. Survei tersebut miliki margin of error sebesar +- 2,53 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Temukan kami di Google News.

Pos terkait