Pilih Presiden, Pengamat LIPI: Pemilu Langsung Masih Terbaik Dibanding Dipilih MPR

Syamsuddin Haris
Peneliti senior LIPI, Prof Syamsuddin Haris dalam diskusi bersama PARA Syndicate. [foto : Inisiatifnews]

Inisiatifnews – Peneliti senior dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Prof Syamsuddin Haris menyebutkan, bahwa berdasarkan hasil survei yang dirilis oleh lembaganya, menunjukkan bahwa mayoritas rakyat Indonesia merasa Presiden masih lebih baik jika dipilih secara langsung oleh rakyat Indonesia, dibandingkan harus dipilih kembali oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

Ia memandang bahwa Presiden dipilih kembali oleh MPR merupakan wacana kalangan elite semata, bukan merupakan wacana rakyat.

Bacaan Lainnya

“Sebab belakangan ini muncul wacana dari politisi, partai politik yang menggagas pemilu kita dilakukan oleh MPR ini tentu suatu yang bertentang dengan semangat reformasi dan bertentangan dengan apa yang dalam survei publik yang dilakukan ini,” kata Syamsuddin Haris dalam rilis survei LIPI tentang Pemilu di Jakarta Selatan, Kamis (29/8/2019).

Dengan dasar rekam jejak pendapat publik yang dilakukan LIPI, Syamsuddin menilai mayoritas rakyat masih memanganggap pemilu secara langsung terhadap Presiden dan Kepala Daerah masih relevan.

“Sehingga penting, pemilihan presiden dan pilkada secara langsung masih diyakini sebagai pilihan terbaik dibandingkan pemilu yang tidak langsung,” ujarnya.

Perlu diketahui, bahwa LIPI telah merilis survei tentang Pemilu yang dilakukan dengan rentan waktu 27 April-5 Mei 2019.

Dari hasil jejak pendapat tersebut, setidaknya didapati 72,3 persen warga menginginkan pemilihan presiden dan kepala daerah tetap dilakukan secara langsung yakni melalui pemilu.

“19,1 persen menyatakan setuju, 72,3 persen menyatakan tidak setuju dan 9,6 persen menyatakan tidak menjawab,” kata Peneliti LIPI Wawan Ichwanuddin dalam pemaparan hasil survei di kantor LIPI, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan. []

Temukan kami di Google News.

Pos terkait