Guntur Romli Sebut Ada Cacat Paham Kenapa Buruh Pertamina Tolak Ahok

guntur romli
Mohamad Guntur Romli.

Inisiatifnews – Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Mohamad Guntur Romli menduga ada cacat paham yang dialami oleh pengurus Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) mengapa mereka menolak wacana penunjukan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai Direktur Utama mereka.

Apalagi disebut Guntur, Ketua Umum FSPPB, Arie Gumilar memang memiliki kedekatan dengan elemen gerakan 212 yang menjadikan Ahok sebagai common enemy. Sehingga penolakan Ahok tersebut dianggap Romli lumrah.

Bacaan Lainnya

“Tokoh FSPPB yang menolak Ahok diduga terpapar virus pemahaman keliru seperti ketuanya Arie Gumilar yang aktif di Gerakan 212, yang aktif menyebarkan isu SARA dalam gerakan politik, saat ini viral di medsos keterlibatan Arie Gumilar bersama tokoh-tokoh yang lain,” kata Guntur kepada wartawan di Jakarta, Jumat (15/11).

Salah satu yang paling disoroti kenapa Ahok ditolak menjadi bos besar di perusahaan BUMN adalah lantaran pernah dipenjara karena kasus penistaan agama sehingga menjadi cacat dalam konteks persyaratan materil.

Namun dipandang Guntur Romli, alasan itu hanya sebatas dalih saja karena mereka takut dipimpin oleh orang yang memiliki integritas kerja.

“Cacat persyaratan materil itu hanya dalih yang dibuat-dibuat, maksud mereka Ahok pernah dipenjara kan. Ini ketakutan akan adanya perbaikan antikorupsi yang dikenal dari sosok Ahok,” kata Guntur Romli.

Sejauh ini menurut Romli, Ahok masih tergolong eks pejabat publik yang bersih dari status pelanggaran hukum extraordinary crime yakni tindak pidana korupsi. Bahkan sepanjang kepemimpinan Ahok di Pemprov DKI Jakarta juga berintegitas dengan kinerjanya.

Terlebih kata intelektual NU itu, Ahok adalah sosok yang sangat menjunjung tinggi transparansi dalam kelembagaan.

Untuk itu, Guntur Romli menilai jika eks Gubernur DKI Jakarta dan mitra kerja Joko Widodo di Pemprov DKI Jakarta itu cocok untuk menjabat sebagai pejabat tinggi di perusahaan plat merah, termasuk PT Pertamina Persero.

“Ahok cocok di BUMN, dia bersih, transparan dan profesional, membersihkan BUMN dari korupsi dan meningkatkan produktivitas,” tegasnya.

Perlu diketahui, bahwa di beberapa kilang dan pabrik milik PT Pertamina Persero, terpasang beberapa spanduk penolakan yang disampaikan oleh FSPPB. Dalam isi spanduknya, mereka menolak agar Ahok sebagai DIrektur Utama PT Pertamina secara tersirat.

Berikut adalah narasi-narasi yang disampaikan FSPPB dalam spanduk-spanduk mereka ;

“Pertamina Menjulang – Rakyat Senang. Pemberang Datang – Kita Perang !!”

“Pertamina Bukan Sarang Koruptor. Bukan Juga Tempat Orang Tak Terpuji & Mulut Kotor !”

“Pertamina Tetap Wajib Utuh. Tolak Siapapun Yang Suka Bikin Rusuh !”

Spanduk yang dipasang FSPPB.

Kepada wartawan, Presiden FSPPB, Arie Gumilar memang menolak Ahok menjadi Dirut PT Pertamina Persero lantaran mulutnya terkenal suka melontarkan kata-kata kasar selama memimpin DKI Jakarta.

“Kita tahu perilaku Pak Ahok itu kan kata-katanya kasar, sering bikin keributan,” kata Arie saat dihubungi wartawan, Jumat (15/11).

Ia hanya tak ingin kinerja perusahaan plat merah itu tersendat karena adanya kegaduhan yang dikhawatirkan bisa timbul karena ulang sang Dirutnya itu nanti.

“Pertamina ini perusahaan strategis, yang menjamin untuk seluruh rakyat dalam supply BBM. Kalau di dalamnya nanti dibikin gaduh gimana bisa maksimal melayani masyarakat,” sambung Arie.

[]

Temukan kami di Google News.

Pos terkait