The Jakarta Institute Ajak Publik Waspada Hoaks di Tengah Covid-19

sumadi
Direktur The Jakarta Institute, Sumadi.

Inisiatifnews.com – The Jakarta Institute mengajak seluruh komponen masyarakat untuk tidak menjadi penyebar hoaks di tengah pandemi Covid-19. Pasalnya perputaran hoaks khususnya tentang wabah tersebut terbilang cukup tinggi.

Menurut data yang dirilis Kementerian Komunikasi dan Informatika per 28 April 2020, pukul 08.00 WIB, terdapat 607 kasus hoaks terkait Covid-19. Jumlah ini terus meningkat selama empat bulan terakhir. Pada Januari 2020 tercatat 40 kasus hoaks, lalu 98 kasus pada Februari, 266 kasus pada Maret, dan 203 kasus pada April.

Bacaan Lainnya

Ajakan tersebut dibalut lewat conten video testimoni yang mencerdaskan dengan menghadirkan beberapa narasumber yang memiliki kapasitas tinggi di bidangnya.

“Kita semua harus bersatu melawan Covid-19 dan menjadi agen penstop penyebaran hoaks yang tidak kalah mengkhawatirkan dengan virus tersebut,” ujar Direktur The Jakarta Institute, Sumadi kepada awak media di Jakarta, Sabtu (16/5/2020)

Ia juga menjelaskan bahwa hoaks itu antara lain berupa pesan berantai bahwa ada bantuan voucher gerai minimarket saat PSBB atau ragam aksi kejahatan setelah narapidana dibebaskan akibat wabah Covid-19.

“Apabila berbagai hoaks tersebut dijadikan dasar, maka akan semakin banyak orang yang terinfeksi hingga meninggal,” jelas sumadi.

Hoaks terkait dengan Covid-19 yang terus berseliweran diyakini bisa merusak kepercayaan pada pemerintah dan pada sesama warga masyarakat. Efek negatif yang mungkin muncul akibat ketiadaan kepercayaan antara lain sulitnya memobilisasi orang-orang untuk satu kata dan perbuatan. Padahal, dibutuhkan keselarasan kata serta perbuatan untuk menghadapi pandemi Covid-19. Kondisi tersebut semakin rumit jika polarisasi ideologi politik publik pada masa Pemilu ikut berpengaruh.

“Hoaks Covid-19 yang terus berseliweran bisa merusak kepercayaan pada pemerintah dan pada sesama warga masyarakat sehingga memberi efek negatif yang mungkin muncul akibat ketiadaan kepercayaan antara sesama, padahal di masa-masa seperti ini dibutuhkan keselarasan kata serta perbuatan untuk menghadapi pandemi Covid-19 dan jika kondisi tersebut semakin rumit jika polarisasi ideologi politik 2019 ikut terbawa suasana,” ungkapnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menonton video testimoni yang di buat The Jakarta institute sebagai bahan referensi yang mencerdaskan dalam menolak menjadi penyebar hoaks.

“Mari kita tonton video yang kita buat karena sangat mencerdaskan agar kita faham dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 serta hoaks selama pandemi ini. Di samping itu tujuannya adalah memberikan wawasan yang sangat penting bagi kita. Dengan harapan kita semua bisa sadar dalam menangkal wabah ini,” tutupnya.

[REL]

Pos terkait