Din Syamsuddin Harap Penyelesaian Masalah Bangsa Lewat Dialog

Din Syamsuddin.

Inisiatifnews.com – Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Prof Muhammad Sirajuddin Syamsuddin alias Din Syamsuddin menilai bahwa persoalan bangsa Indonesia saat ini memang sangat pelik. Namun apapun kondisinya, ia ingin sekali ada dialog yang konstruktif agar kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia bisa lebih baik lagi.

“Saya usulkan semua dilakukan dengan jalan damai, dengan dialog,” kata Din Syamsuddin dalam dialog webinar bertemakan “Pancasila Dan Kebebasan Berpendapat Di Era New Normal” yang digelar oleh PP GMKI, Sabtu (6/6/2020).

Bacaan Lainnya

Untuk memperbaiki kondisi bangsa, perlu ada persatuan dan kesatuan seluruh elemen bangsa Indonesia. Berbagai kritik dan saran harus dilakukan untuk menjaga iklim demokrasi tetap berjalan dengan baik dan perbaikan-perbaikan secara nasional dapat dilakukan.

“Saran saya, kita sebagai orang yang beragama, semuanya bersatu saja. Sampaikan kritik harus dengan benar. Kalau kritik itu benar maka ambil saja, kecuali kalau pikiran-pikiran itu sembarangan ya abaikan saja,” ujarnya.

Bagi Din Syamsuddin, saat ini kondisi bangsa Indonesia tengah mengalami sensitivitas yang sangat tinggi. Apalagi di tengah Covid-19. Bahkan ia secara pribadi sangat mengapresiasi perjuangan bersama untuk melawan virus tersebut.

Tapi apapun itu, tetap harus ada kerjasama yang baik antara bangsa dengan pemerintah, bukan malah masing-masing saling mengambil celah sendiri untuk kepentingan pribadi.

“Semua UU itu distatus quo-kan saja dulu. Misal Omnibus Law, kemudian UU Minerba dan sebagainya. Mohon sarankan kepada pemerintah, apakah kita memang harus diam ketika kita disuruh diam karena ada musibah tapi pihak sana (Pemerintah dan DPR) bahas UU lanjut terus,” tuturnya.

Selain itu, mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah ini pun berharap besar agar pemerintah dan DPR memiliki pikiran yang lebih baik lagi dalam memandang konstruksi berbangsa dan bernegara di Indonesia. Salah satunya adalah dengan mengembalikan UUD Negara Republik Indonesia 1945 yang asli.

“Berpikir kembali ke UUD 1945 asli, karena sistem bernegara kita kan rujukannya Pancasila, maka perlu amandemen lagi UUD itu,” pungkasnya.

Terakhir, Din juga mengingatkan kepada seluruh elemen bangsa Indonesia bahwa perbedaan di antara masing-masing pasti ada, akan tetapi tujuan dari perbedaan itu adalah bagaimana sama-sama mengarah kepada persatuan.

“Mari bersatu, ada perbedaan di antara kita tapi yakinlah bahwa banyak sekali persamaan di antara kita,” tutupnya. []

Pos terkait