IYCN Nilai IKN di Kaltim Bisa Geser dari Jawa ke Indonesia Sentris

IYCN di Kaltim
Diskusi IYCN di Universitas Balikpapan.

BALIKPAPAN, Inisiatifnews.com – Ketua Umum Indonesian Youth Community Network (IYCN), Fadli Rumakefing menilai, pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) yang diberi nama Nusantara di Kalimantan Timur (Kaltim) memiliki dampak yang sangat positif khususnya bagi Indonesia secara global.

Pasalnya, dengan dipindahkannya Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur bisa menggeser paradigma arah pembangunan nasional dari Jawa sentris menjadi Indonesia sentris.

Bacaan Lainnya

“Tidak hanya menggeser mindset Jawa sentris menjadi Indonesia sentris tetapi juga pembangunan dari Jawa sentris menjadi pembangunan Indonesia sentris,” kata Fadli dalam sambutannya di acara seminar nasional dengan tema “Membangun Indonesia Dari Nusantara” di Ballroom Universitas Balikpapan, Selasa (15/2).

Dengan demikian, ia yakin bahwa pemindahan Ibu Kota Negara ke Kaltim bisa memberikan dampak pembanguan yang merata secara nasional.

“Nusantara ini dapat merumuskan pembangunan Indonesia yang berkeadilan di berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Kemudian, ia juga menyebut bahwa pemindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Kaltim juga memberikan dampak positif bagi pengelolaan pusat pemerintahan.

“Beberapa poin di antara pasal – pasal penting pada UU IKN yang menyebutkan, bahwa berfungsi (IKN) sebagai ibu kota NKRI yang menjadi tempat penyelenggaraan kegiatan pemerintahan pusat, serta tempat kedudukan perwakilan negara asing dan perwakilan organisasi/lembaga internasional (Pasal 5 UU IKN),” terang Fadli.

Dalam kesempatan yang sama, Muhammad Fadli Hanafi yang juga Sekretaris Jenderal IYCN mengatakan bahwa pemindahan IKN tersebut bisa mengurai beban Jakarta sebagai pusat ekonomi sekaligus pusat pemerintahan.

“Pemindahan Ibu Kota Negara ini bisa mengurangi beban DKI Jakarta dan wilayah penyangganya di Jabotabek,” paparnya.

Kemudian dampak lebih luas lagi, keberadaan IKN di Kaltim pun bisa mendorong pemerataan pembangunan khususnya di wilayah Indonesia Timur.

“Bisa mendorong pemerataan pembangunan ke wilayah Indonesia bagian timur dan mengubah mindset pembangunan dari Jawa sentris menjadi Indonesia sentris,” tandasnya.

Kemudian dari sisi historikal, IKN yang diberi nama Nusantara pun bisa memberikan dampak positif bagi perspektif dunia.

“Memiliki ibu kota negara yang merepresentasikan identitas bangsa, kebinekaan dan penghayatan terhadap Pancasila,” sambungnya.

Kemudian, IKN di Kaltim ini dipercaya bisa meningkatkan pengelolaan pemerintahan pusat yang efisien dan efektif. Apalagi IKN nanti bakal menerapkan konsep smart, green, and beautiful city untuk meningkatkan kemampuan daya saing (competitiveness) secara regional maupun internasional.

Pun demikian, Fadli Hanafi menyampaikan bahwa lembaganya itu memiliki rekomendasi penting bagi pembangunan IKN. Salah satunya harus memperhatikan aspek ketepatan waktu pembangunan.

“Tinjauan pada tepat atau tidaknya timing pemindahan IKN didasarkan pada analisis historis jangka panjang,” tutur Fadli Hanafi.

Kemudian, ia juga menyarankan agar aspek investasi besar jangka panjang harus lebih dialokasikan pada tantangan utama berupa melambatnya kinerja sektor bernilai tambah (manufaktur), menurunnya employment rate, tingginya potensi dependency ratio, kemudian pekerjaan rumah atas peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta mendorong peningkatan kinerja UMKM (penciptaan ekosistem bisnis).

“Serta optimisasi penerimaan pajak untuk membiayai pembangunan dalam jangka panjang,” pungkasnya.

Temukan kami di Google News.

Pos terkait