Pemerintah Bentuk Tim Pencari Fakta Kasus Kanjuruhan

mahfud md
Menko Polhukam, Mahfud MD saat konferensi persama terkait kasus Stadion Kanjuruhan.

JAKARTA, Inisiatifnews.com – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD memimpin langsung Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) terkait tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 125 suporter Arema FC. Rakorsus ini berlangsung di kantor Kemenko Polhukam, Senin (3/10).

Mahfud mengatakan, tragedi yang terjadi di Kanjuruhan Malang (1/10), menempatkan Indonesia menjadi negara ketiga yang sepak bolanya memakan korban terbesar, setelah Peru dengan jumlah korban 328, dan Ghana dengan korban 126.

Bacaan Lainnya

“Untuk mengungkap kasus/peristiwa kanjuruhan yang terjadi pada tanggal 1 Oktober 2022, maka pemerintah membentuk tim gabungan independen pencari fakta atau (TGIPF) yang akan dipimpin langsung oleh Menko Polhukam,” kata Mahfud MD dalam konferensi Pers hasil Rakorsus Tragedi Sepakbola di Kanjuruhan Malang.

Ia menambahkan, keanggotaan Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) akan ditetapkan paling lambat 24 jam ke depan. Nantinya, tim terdiri dari pejabat/perwakilan kementerian terkait, organisasi profesi sepakbola, pengamat, akademisi, dan media massa,

Mantan Ketua MK tersebut, menegaskan TGIPF akan diumumkan secepatnya, dan diupayakan selesai dalam kurun waktu 2 atau 3 minggu ke depan untuk mengusut tuntas Tragedi berdarah sepak bola Indonesia.

Lebih lanjut, ia meminta Polri untuk mengungkap siapa pelaku tindak pidana pada kasus tragedi kanjuruhan, dan menekan untuk segera melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan keamanan di daerah setempat.

“Kepada panglima TNI diminta melakukan tindakan cepat sesuai aturan yg berlaku, karena didalam video-video yang beredar, ada juga TNI yang nampaknya melakukan tindakan lebih diluar wewenangnya,” ujarnya.

Mahfud menyampaikan, bahwa pemerintah akan memberikan santunan sosial, pelayanan kesehatan gratis pada seluruh korban tragedi tersebut, baik fasilitas kesehatan rumah sakit, obat-obatan dan pendampingan trauma healing.

Temukan kami di Google News.

Pos terkait