Pelaku Terorisme di Istana Negara Bernama Siti Elina

pembawa senpi fn di istana negara
Siti Elina (24), perempuan bercadar yang pembawa senjata api di depan Istana Negara Jakarta.

JAKARTA, Inisiatifnews.com – Baru-baru ini terungkap identitas seorang wanita bercadar yang membawa pistol berjenis FN yang mencoba menerobos Istana Merdeka Jakarta, Selasa (25/10) pagi.

Diketahui, identitas wanita bercadar tersebut ternyata bernama Siti Elina (24). Ia merupakan warga RT 03 RW 13, Tugu Selatan, Koja, Jakarta Utara. Informasi tersebut dibenarkan oleh Nurjanah, Ketua RT tempat terduga pelaku itu tinggal.

Bacaan Lainnya

“Iya benar itu (Wanita bercadar berpistol) warga saya Siti Erlina. Dia lahir di sini. Orang tuanya di sini,” kata Nurjanah di Koja, Jakarta Utara, Selasa (12/10).

Diberitakan sebelumnya, seorang wanita berpistol ditangkap seusai menerobos Istana Negara dan menodong pasukan pengamanan presiden (paspampres) yang saat itu tengah berjaga. Dengan sigap, paspampres dan polisi pun berhasil menggagalkan aksi wanita bersenjata tersebut dan mengamankannya.

Dari hasil pemeriksaan di lokasi, wanita tersebut tidak membawa identitas lengkap. Ia diketahui hanya membawa tas hitam berisi kitab suci, ponsel, senjata api jenis FN, serta peralatan perempuan seperti tisu dan sebagainya.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Muhammad Fadil Imran mengatakan, bahwa pihak kepolisian saat ini tengah mendalami dugaan keterlibatan wanita tersebut dengan kelompok teroris.

“Kami sedang mendalami hal tersebut (keterlibatan) dengan kelompok teroris,” kata Fadil Imran di depan kantor Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Selasa (15/10).

Siti Elina rajin ikut pengajian

Tak disangka, Siti Elina ternyata dikenal sebagai orang yang rajin mengikuti pengajian. Bahkan ibu pelaku bernama Eli Purnamawati mengatakan, bahwa putrinya itu bahkan meminta izin kepada orang tuanya sering mengikuti kajian di daerah Kampung Beting, Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.

bahkan sebelum diketahui ternyata melakukan penyerangan dengan membawa senjata api jenis FN, ia juga sebelumnya meminta izin untuk mengikuti kajian. Hanya saja, sang ibu tidak mengetahui secara jelas di tempat siapa ia mengikuti kajian tersebut.

“Elina pamit berangkat ke pengajian, namun sampai sekarang tidak kembali ke rumah,” kata Eli hari ini.

Pelaku yang berusia 24 tahun tersebut menurut ibunya, sempat mengalami masalah pasca bercerai dengan suaminya yang dijodohkan oleh guru pengajiannya tersebut.

“Anak saya dengan suaminya boleh dikatakan cerai, namun baru secara lisan. Semenjak itu, anak saya jadi terlihat kacau,” ungkapnya.

Tak tega dengan kondisi putrinya tersebut, beberapa pihak pun kemudian menasihatinya untuk lebih memperbanyak ibadah dan puasa untuk meredam amarahnya akibat perceraian yang dialami oleh ibu dua anak tersebut.

“Putri saya kemudian jadi sering ikut pengajian setiap hari Jumat di daerah Kampung Beting Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara,” terangnya.

Eli pun kemudian mengungkapkan, sehari sebelum insiden penyerangan, putrinya masih mengikuti pengajian pada Senin (24/10) dan kemudian dilanjutkan pada esok harinya.

Diketahui sebelumnya, seorang perempuan bercadar berusaha menyerang Paspampres di depan Istana Negara Jakarta. Pelaku kedapatan membawa senjata api jenis FN saat diperiksa oleh petugas.

Pelaku pun saat ini diamankan di Mapolda Metro Jaya untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mendalami motifnya.

Temukan kami di Google News.

Pos terkait