Rencana Kedatangan Utusan LGBTQI+ USA dan Penolakan MUI

anti-lgbt
Kampanye anti LGBT.

JAKARTA, Inisiatifnews.com –Aktivis LBGTQI+ (lesbian, gay, bisexual, transgender, queer, intersex dan netral gender), Jessica Stern dijadwalkan akan mengunjungi Indonesia pada 7-9 Desember mendatang.

Stern direncanakan bertemu dengan pemerintah dan perwakilan dari masyarakat sipil sekaligus aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) untuk membahas tentang berbagai hal yang berkaitan dengan human right, termasuk memajukan hak asasi manusia LGBTQI+.

Bacaan Lainnya

Hal ini disampaikan oleh Pemerintah Amerika Serikat melalui siaran pers mereka. Dimana disampaikan bahwa Jessica Stern akan menjadi delegasi dari Negara Paman Sam itu untuk berbicara tentang human right di beberapa negara di Asia, termasuk di Indonesia.

“Utusan Khusus AS untuk Memajukan Hak Asasi Manusia LGBTQI+ Jessica Stern akan melakukan perjalanan ke Vietnam mulai 28 November-2 Desember; Filipina dari 3-6 Desember; dan Indonesia pada 7-9 Desember,” tulis @state.gov dikutip Inisiatifnews.com, Kamis (1/12).

Selama di Indonesia nanti, misi penting Jessica adalah bertemu dengan pemerintah Indonesia dan perwakilan masyarakat sipil pegiat HAM.

“Selama kunjungannya, Utusan Khusus Stern akan bertemu dengan pejabat pemerintah dan perwakilan dari masyarakat sipil untuk membahas hak asasi manusia, termasuk memajukan hak asasi manusia LGBTQI+,” sambungnya.

Mendapati kabar kunjungan aktivis LGBT tersebut, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas bersikap. Ia menyatakan penolakannya secara tegas terhadap rencana kehadiran Utusan Khusus Amerika Serikat di bidang memajukan HAM kelompok LGBTQI+, Jessica Stern di Indonesia bulan depan itu.

“MUI menyatakan menolak dengan tegas kehadiran dari utusan khusus tersebut,” kata Anwar dalam keterangannya hari ini.

Tokoh Muhammadiyah tersebut menilai, bahwa pemerintah Indonesia sudah sepatutnya tidak menerima tamu yang tujuannya untuk merusak nilai-nilai luhur dari agama dan budaya bangsa Indonesia.

Pasalnya, ajaran enam agama yang diakui di Indonesia saat ini tidak ada yang mentolerir praktik LGBTQI+ dan sejenisnya.

“Perilaku LGBT tersebut juga sangat berbahaya karena anti-manusia dan kemanusiaan, sebab jika perilaku tersebut dibiarkan maka dia akan bisa membuat umat manusia punah di muka bumi ini,” tegasnya.

Di sisi lain, Anwar Abbas mengatakan bahwa agama telah mengajarkan fitrah seorang laki-laki menikah dengan perempuan, begitu pula sebaliknya. Ia menilai praktik LGBTQI+ bila diterapkan maka manusia di muka bumi dikhawatirkan punah.

“Kalau laki-laki kawin dengan laki-laki dan atau perempuan kawin dengan perempuan, maka dia sudah pasti tidak akan bisa melahirkan keturunan,” ujarnya.

Pos terkait