Mahfud MD “Kepret” Rizal Ramli yang Ngomongnya Ngawur

mahfud md dan rizal ramli
Rizal Ramli silaturrahmi ke Menko Polhukam Mahfud MD di rumah dinas pada tanggal 19 Juli 2020.

JAKARTA, Inisiatifnews.com – Menko Polhukam, Mahfud MD nampaknya mulai geram dengan tingkah Rizal Ramli yang semakin menjadi-jadi. Bahkan Mahfud tak segan menyebut Bodoh mantan Menko Bidang Perekonomian itu.

Pernyataan itu diketahui dilontarkan Mahfud untuk membantah tudingan Rizal Ramli yang menyebut dirinya pernah menyatakan, bahwa setiap orang yg masuk kekuasaan menjadi iblis.

Bacaan Lainnya

“Ternyata Rizal Ramli ini makin ngawur dan bodoh. Tunjukkan, kapan saya bilang bahwa setiap orang yang masuk kekuasaan menjadi iblis,” kata Mahfud, Rabu (4/1).

“Anda RR merajalela ngawurnya karena didiamkan sehingga merasa pintar,” tambahnya.

Mahfud pun menantang RR, sapaan akrab Rizal, untuk membuktikan apakah benar pernyataan itu keluar dari mulutnya.

“Gobloklah pernyataan tersebut. Kapan dan dimana saya bilang begitu? Ayo. Sebodoh apapun tak mungkinlah, selama punya otak, kita mengatakan bahwa orang yang masuk kekuasaan jadi iblis” tantang Mahfud.

Mahfud pun mengatakan, bahwa statementnya yang disampaikan RR di muka publik itu tidak sesuai dengan apa yang pernah disampaikannya.

“Waktu itu yang saya bilang, Jika sistem Pilkada tidak diubah maka ‘malaikat pun kalau masuk ke dalam sistem bisa jadi iblis’,” tuturnya.

Mahfud kemudian menjelaskan, pernyataan itu disampaikannya pada tahun 2012 silam, dimana saat itu ia masih menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK).

“Waktu itu (2012) sebagai Ketua MK saya sampaikan itu sebagai usul agar sistem Pilkada diubah, sebab sistem yang ada mendorong kepala daerah korupsi sehingga banyak yang masuk penjara,” jelasnya.

Terakhir, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menyarankan kepada Rizal Ramli agar tidak lepas kontrol dan merasa paling pintar sehingga melakukan serangan narasi yang serampangan kepada pihak-pihak yang ia tidak suka.

“Anda RR merajalela ngawurnya karena didiamkan sehingga merasa pintar. Saya tahulah Anda itu siapa. Sebodoh apapun tak mungkinlah, selama punya otak, kita mengatakan bahwa orang yang masuk kekuasaan jadi iblis. Saya tidak anti kritik. Tapi kalau orang menjawab dan mengritik balik jangan dituding anti kritik, ya,” pungkasnya.

Temukan kami di Google News.

Pos terkait