Achmad Baidowi Beberkan Kontribusi Waskita Karya dalam Pembangunan IKN

Achmad Baidowi
Achmad Baidowi saat berdiskusi bersama tentang IKN Nusantara.

MADURA, Inisiatifnews.com – Anggota DPR RI Komisi VI, Achmad Baidowi membeberkan kontribusi PT. Waskita Karya dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dalam sosialisasi yang bertajuk “BUMN Karya Memberikan Kontribusi Terhadap Pembangunan IKN” di hotel Madina, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Sabtu (7/1).

Dalam sosialiasi ini, ada beberapa hal yang disampaikan anggota DPR RI dari Fraksi Partai PPP itu, satu di antaranya ialah kontribusi Waskita Karya dalam pembangunan IKN.

Bacaan Lainnya

Menurut pria yang akrab disapa Awiek, PT Waskita Karya (Persero) Tbk berhasil meraih beberapa kontrak proyek baru di IKN antara lain proyek Gedung Sekretariat Presiden dan Bangunan Pendukung pada Kawasan Istana Kepresidenan Ibu Kota Negara dengan total nilai kontrak mencapai Rp1,35 Triliun.

Gedung Sekretariat Presiden dan Bangunan Pendukung pada Kawasan Istana Kepresidenan Ibu Kota Negara, katanya, rencananya akan dibangun di atas tanah seluas 50.678 m2 dan luas bangunan 33.312 m2 yang terbagi menjadi 3 bangunan yaitu Sekretariat Presiden, Mess Paspampres dan Bangunan Pendukung.

“Pembangunan ini membutuhkan waktu pembangunan selama 720 hari kalender dengan target penyelesaian pekerjaan pada akhir tahun 2024,” ujarnya.

Dia menerangkan, Waskita berhasil meraih proyek Gedung Sekretariat Presiden dan Bangunan Pendukung pada Kawasan Istana Kepresidenan Ibu Kota Negara ini dikarenakan pengalaman Waskita Karya dalam mengerjakan pembangunan gedung ternamadengan tepat mutu dan tepat waktu antara lain Wisma 46 Jakarta, Gedung Perpustakaan Nasional Jakarta, Renovasi Masjid Istiqlal, Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Terminal 1, Terminal 2 dan Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta.

Kemudian Sarana dan Gedung Bandara Kertajati Jawa Barat, Terminal dan Sarana Bandara Ahmad Yani Semarang Jawa Tengah, Terminal Baru Bandara Minangkabau Padang Sumatera Barat, dan Renovasi Terminal 1 Juanda Jawa Timur.

Selain itu, dikatakan Zuristyo, Waskita juga berhasil memenangkan 2 tender proyek jalan yaitu Proyek Jalan Tol IKN Segmen Simpang Tempadung – Jembatan Pulau Balang senilai Rp990 miliar dan Pembangunan Jalan Kerja/Logistik IKN (KIPP) Paket Pembangunan Jalan Lingkar Sepaku Segmen 4 senilai Rp182 miliar.

“Waskita berhasil meraih proyek jalan di IKN ini dikarenakan pengalaman Waskita Karya dalam membangun jalan tol Trans-Jawa dan jalan tol Trans Sumatra, serta berbagai jembatan antara lain Jembatan Merah Putih Ambon, Jembatan Pasopati Bandung, dan Jembatan Kali Kuto Semarang,” jelasnya.

Kemudian, lanjut Awiek menyebut, Waskita juga dipercaya untuk mengerjakan proyek pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN dengan kontrak senilai Rp639 miliar.

Pembangunan IPAL ini, diutarakannya, akan menjadi support utama dalam pengelolaan air limbah di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan – Ibu Kota Negara, sehingga tetap menjaga kualitas air tanah dan mengurangi pencemaran lingkungan.

“Pekerjaan proyek ini rencananya akan dikerjakan dalam waktu 742 hari dan akan selesai pada akhir tahun 2024. Sementara lingkup pekerjaan Waskita antara lain yaitu, pekerjaan persiapan, unit IPAL, pekerjaan mekanikal dan elektrikal, jalan dan lanskap dan dehidrator lumpur,” paparnya.

Lebih jauh dijelaskan Wakil Ketua Baleg DPR RI ini juga menyebut, Waskita Karya berdiri pada tahun 1961 melalui proses nasionalisasi perusahaan asing yang awalnya bernama Volker Aannemings Maatschapiij N.V.

Waskita Karya Mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (IPO) pada bulan Desember 2012 dengan menerbitkan saham baru sebesar Rp1,2 Triliun.(*)

Temukan kami di Google News.

Pos terkait