10.000 Buruh Aksi di Istana, Mohon Presiden Jokowi Revisi Perppu Cipta Kerja

Said Iqbal
Presiden KSPI, Said Iqbal. [foto : Inisiatifnews]

JAKARTA, Inisiatifnews.com – Presiden Exco Partai Buruh, Said Iqbal menyampaikan, bahwa setidaknya akan ada 10.000 buruh mengikuti aksi unjuk rasa di Istana Negara Jakarta. Aksi tersebut akan digelar hari ini sekitar pukul 09.30 WIB.

“Aksi sekitar 10.000 buruh di Istana,” kata Iqbal, Jumat (13/1).

Bacaan Lainnya

Usai melakukan aksi unjuk rasa, sekitar pukul 12.00 WIB, massa akan bergerak ke Sport Mall Kelapa Gading. Di sana, mereka akan melakukan deklarasi Darah Juang sebagai pembuka rakernas Partai Buruh.

“Dilanjutkan deklarasi Darah Juang,” ujarnya.

Tidak hanya di Jakarta, aksi unjuk rasa tersebut pun akan digelar secara serentak di seluruh wilayah industri di Indonesia.

“Aksi ini akan dilakukan di sejumlah kota industri,” ucap Iqbal.

Kemudian, Iqbal yang juga Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) tersebut menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan awalan dari perjuangan mereka meminta agar Presiden Joko Widodo melakukan revisi terhadap isi dari Perppu Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja.

“Ini aksi awalan dari aksi-aksi sebelumnya karena tampaknya pemerintah belum mau bergeming. Nampaknya DPR juga kecenderungan terima isi Perppu,” paparnya.

Di dalam aksi tersebut, Iqbal berharap Presiden Joko Widodo bersedia menerima delegasi Partai Buruh dengan tangan terbuka. Dengan demikian, ia bisa menyerahkan isi dari rekomendasi serikat buruh dan perwakilan pengusaha yakni KADIN (Kamar Dagang dan Industri Indonesia) terhadap perbaikan isi Perppu.

“Kenapa harus aksi ke istana, karena yang dipersoalkan isi Perppu yang dikeluarkan oleh Presiden. Kami upayakan langkahnya diplomasi dan negoisasi, kami berusaha bertemu Presiden untuk menyerahkan hasil kesepemahaman serikat buruh dan KADIN, kami harap ada revisi sebelum dibahas oleh DPR,” pungkasnya.

Temukan kami di Google News.

Pos terkait