Habib Rizieq Patuhi Putusan Pemerintah soal Penetapan 1 Syawal 1444 Hijriyah

Habib Rizieq
Habib Rizieq bin Husein Shihab.

JAKARTA, Inisiatifnews.com – Imam Besar Front Persaudaraan Islam (FPI), Habib Muhammad Rizieq bin Husein bin Shihab mengajak semua umat Islam khususnya jamaah FPI untuk menjaga ukhuwah islamiyah dalam persoalan perbedaan pandangan tentang penetapan 1 Syawal 1444 Hijriyah.

“Habib Rizieq lebarannya hari Jumat, (saya katakan) belum ada putusan. Putusannya tergantung rukyah besok (hari ini -red),” kata Habib Rizieq saat mengisi tausiyah di Petamburan, Jakarta Pusat, Rabu (19/4).

Bacaan Lainnya

Persoalan perbedaan penetapan 1 Syawal masih dalam konteks perbedaan pengambilan hukum saja. Bagi mereka yang menetapkan 1 Syawal 1444 Hijriyah tiba pada hari Jumat, 21 April 2023 seperti Muhammadiyah, mereka menggunakan perhitungan kalender bulan atau hisab.

Tentang hal itu, ia pun mengajak para jamaah dan umat Islam tidak memperdebatkannya. Sebab, hukum yang digunakan Muhammadiyah dan beberapa kalangan pengguna perhitungan tanggal juga dibenarkan dalam Islam.

“Jadi baik itu yang pakai ilmu hisab untuk wujudul hilal maupun ilmu hisab dengan kriteria derajat, mereka semua berhak (mengamalkan ilmunya),” ujarnya.

Namun secara pribadi, ia lebih memilih untuk mengajak umat Islam secara luas mengikuti pengumuman hasil rukyatul hilal dari pemerintah dengan kriteria hisab dengan melihat bulan secara langsung melalui mekanisme perhitungan derajat ketinggian bulan.

Persoalan pro kontra sikap politik dengan pemerintah tidak patut diperdebatkan jika berkaitan dengan persoalan amaliyah dalam beragama. Sebab kata dia, pemerintah adalah sebuah institusi yang memiliki kewajiban untuk mengumumkan 1 Ramadan maupun 1 Syawal.

“Bagi umat masyarakat luas ikuti saja pengumuman pemerintah,” tegasnya.

Temukan kami di Google News.

Pos terkait