Aksi di Kedubes China Jadi Agenda Aliansi Anti Korupsi Minta Audit PetroChina

Kedutaan Besar China
Kantor Kedutaan Besar China untuk Indonesia.

JAKARTA, Inisiatifnews.com – Koordinator Aliansi Anti Korupsi, Ade Rizal menyampaikan bahwa alasan pihaknya mendatangi Kedutaan Besar China adalah untuk mendorong agar Dubes China memperhatikan tuntutannya, yakni meminta agar PetroChina segera melakukan audit terhadap kegiatan operasional pengadaan barang dan jasa di perusahaan asal Negeri Tirai Bambu itu.

“Kami meminta untuk segera dilakukan penyelidikan dan penggantian terhadap oknum pejabat di sana. Karena ada potensi terjadi masalah dalam pengadaan barang dan jasa,” kata Ade dalam keterangannya yang diterima wartawan, Jumat (5/10)

Bacaan Lainnya

Aksi yang dilakukan oleh oleh pihaknya dilakukan dengan damai. Mereka berharap apa yang menjadi tuntutannya bisa diperhatikan dan diakomodir. Apalagi ia mengklaim memiliki sejumlah bukti yang berkaitan dengan permasalahan di perusahaan tersebut, termasuk di antaranya adalah terkait dengan sepak terjang Vice President Supply Chain Management (SCM) dan Operation Support di PetroChina.

“Ini agar tata kelola perusahaan yang lebih baik dengan menunjuk individu yang memiliki integritas tinggi,” imbuhnya.

Kemudian, Ade juga berharap agar perwakilan pemerintah China di Indonesia tersebut bisa menyampaikan langsung ke kantor pusat PetroChina terkait komitmen PetroChina Indonesia dalam mencapai target produksi. Hal ini untuk pemberantasan korupsi dan menjalankan tata kelola perusahaan yang transparan dan akuntabel.

“Kita jangan sampai tertindas di negeri sendiri. Jangan sampai dikuasai oligarki yang berniat menguntungkan dirinya sendiri sementara banyak warga yang tak sejahtera,” tuturnya.

Tidak hanya kepada VP SCM, Aliansi Anti Korupsi juga menyebut beberapa pejabat agar dievaluasi. Antara lain ; Procurement Manager, Field Manager, dan dua orang di Bidang Committee. Karena mereka disebut sebagai pihak yang mengarahkan proses tender di lapangan kepada perusahaan-perusahaan terafiliasi yang disebutnya memiliki permasalahan yang harus segera dituntaskan melalui mekanisme audit menyeluruh.

Masih di dalam kesempatan yang sama, aksi tersebut diklaim Ade sudah menjadi agenda aksi yang kedua digelar di Kedubes China. Bahkan tidak hanya di Kedubes China, mereka juga mendatangi kantor SKK Migas karena perusahaan pelat merah Indonesia itu yang bekerja sama dengan PetroChina dalam menjalankan praktik bisnisnya di dalam negeri.

Dalam paparannya, Ade meminta SKK Migas juga membentuk tim independen untuk mengusut dan mencegah adanya dugaan permainan pengadaan barang dan jasa.

“Hasil audit itu diharapkan dibuka langsung masyarakat agar tak ada celah terjadinya korupsi dan permainan dalam pengadaan barang jasa. Termasuk mengevaluasi kinerja oknum – oknum pejabat struktural yang diduga bermain,” tuturnya.

Temukan kami di Google News.

Pos terkait