KPK Akhirnya Umumkan Status Syahrul Yasin Limpo Tersangka Korupsi

syahrul yasin limpo
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo.

JAKARTA, Inisiatifnews.com – Wakil Ketua KPK, Johanis Tanak mengumumkan bahwa tiga orang pejabat di Kementerian Pertanian sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi.

Mereka antara lain ; Syahrul Yasin Limpo (SYL), Muhammad Hatta (MH) dan Kasdi Subagyono (KS).

Bacaan Lainnya

“Dengan menetapkan dan mengumumkan tersangka sebagai berikut ; SYL Menteri pertanian Republik Indonesia periode 2019-2024, KS Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Republik Indonesia, dam MH Direktur alat dan mesin pertanian Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian,” kata Johanis Tanak dalam konferensi pers yang dilakukan di gedung Merah Putih, Jakarta Selatan, Rabu (11/10).

Saat ini, KPK baru menahan satu orang tersangka yakni Kasdi Subagyono karena dia yang telah mengonfirmasi hadir dalam agenda pemeriksaan oleh tim penyidik KPK pada hari ini.

“Tim penyidik menahan tersangka KS untuk 20 hari pertama terhitung 11 Oktober – 30 Oktober 2023 di Rutan KPK,” ucapnya.

Sementara itu, Johanis menyampaikan bahwa Syahrul Yasin Limpo dan Muhammad Hatta masih belum bersedia hadir dalam agenda pemeriksaan. Sehingga ia pun mengimbau agar keduanya kooperatif untuk diproses hukum.

“Sedangkan tersangka YSK dan MH mengonfirmasi tidak bisa hadir, untuk itu kami ingatkan untuk kooperatif dan segera hadir memenuhi panggilan tim penyidik KPK,” tegasnya.

Dalam konteks ini, KPK menetapkan bahwa ketiga orang pejabat di Kementan tersebut telah melanggar Pasal 12 huruf e, pasal 12 B UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke (1) KUHP.

Uang Korupsi untuk Bayar Kartu Kredit dan Cicilan Mobil

Dijelaskan Johanis, bahwa uang korupsi yang dikumpulkan Syahrul Yasin Limpo dari lingkungan Kementerian Pertanian Republik Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pribadinya.

“SYL membuat kebijakan persoalan kaitan adanya pungutan ataupun setoran dari ASN internal Kementerian Pertanian untuk memenuhi kebutuhan pribadi termasuk keluarga intinya,” jelasnya.

Politisi Partai NasDem tersebut menggunakan peran Muhammad Hatta sebagai Direktur alat dan mesin pertanian Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian dan Kasdi Subagyono sebagai Sekjen Kementan untuk melakukan tindak pidana itu.

“SYL menginstruksikan dengan menugaskan KS dan MH melakukan penarikan sejumlah uang dari unit eselon I dan eselon II dalam bentuk penyerahan tunai, transfer rekening bank hingga pemberian dalam bentuk barang maupun jasa,” terangnya.

Johanis Tanak menerangkan, bahwa berdasarkan hasil penyidikan yang dilakukan KPK, uang yang diterima dikumpulkan oleh Syahrul Yasin Limpo melalui dua orang kaki tangannya itu berasal dari komisi para vendor dan realisasi anggaran Kementerian yang telah digelembungkan.

“Sumber uang yang digunakan di antaranya berasal dari realisasi anggaran Kementerian Pertanian yang sudah dimark-up, termasuk permintaan uang pada para vendor yang mendapatkan proyek di Kementan,” papar Johanis.

Lalu, ia juga menerangkan bahwa berdasarkan arahan SYL, KS dan MH memerintahkan bawahannya untuk mengumpulkan sejumlah uang di lingkup pejabat Eselon I, para Direktur Jenderal, Kepala Badan hingga Sekretaris di masing-masing Eselon I dengan besaran yang telah ditentukan, yakni kisaran mulai USD 4.000 – USD 10.000.

“Penerimaan KS melalui MH sebagai representasi sekaligus orang kepercayaan SYL dilakukan secara rutin setiap bulan dengan menggunakan pecahan mata uang asing,” ungkapnya.

Lalu berdasarkan keterangan dari KS dan MH yang sebelumnya telah diminta keterangannya, uang-uang itu untuk memenuhi kebutuhan pribadi Kementan, termasuk membayar kartu kredit bekas Gubernur Sulawesi Selatan itu.

“Penggunaan uang oleh SYL yang juga diketahui KS dan MH antara lain ; untuk pembayaran cicilan kartu kredit dan cicilan pembelian mobil Alphard milik SYL,” tegasnya.

Dan total uang yang telah dikorupsi oleh ketiganya sudah mencapai angka Rp13,9 Miliar. Bahkan angka masih bisa bertambah seiring dengan proses pendalaman yang dilakukan oleh tim penyidik KPK.

“Sejauh ini uang yang dinikmati SYL bersama-sama dengan KS dan MH sejumlah Rp13,9 miliar. Dan penelusuran lebih mendalam masih terus dilakukan oleh tim penyidikan,” pungkasnya.

Pos terkait