Gembong Warsono Meninggal Dunia, Karena Serangan Jantung

Gembong Warsono -
Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono.

JAKARTA, Inisiatifnews.com – Kabar duka terdengar dari keluarga besar DPP PDI Perjuangan. Pasalnya, anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP, Gembong Warsono meninggal dunia.

Innalilahi wa innailaihi rojiun. Telah pulang ke Rahmatullah Bapak Gembong Warsono S.IP Anggota DPRD DKI Jakarta fraksi PDIP,” tulis pesan singkat yang diterima wartawan, Sabtu (14/10).

Bacaan Lainnya

Ketua Fraksi PDIP DKI Jakarta tersebut menghembuskan nafas terakhir dalam usia 60 tahun di Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta pada pagi tadi sekira jam 02.15 WIB.

“Pada hari Sabtu tanggal 14 Oktober 2023 jam 02.15 di RS PERTAMINA,” sambung pesan instan itu.

Atas meninggalnya Gembong, keluarga memohon doa atas kepergian almarhum ke Rahmatullah, serta segenap orang terkasih mendapatkan kesabaran dari Tuhan.

“Semoga almarhum diampuni segala dosanya dan diterima segala amal baiknya dan yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran, aamiin YRA,” pungkasnya.

Berdasarkan informasi, Gembong sempat dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta pada pukul 01.32 WIB sebelum menghembuskan nafas terakhirnya. Kabarnya, ia mengalami sesak nafas karena serangan jantung.

Rencananya, jenazah almarhum Gembong Warsono akan dikebumikan di Taman Pemakaman Tanah Kusir, Jakarta Selatan usai shalat Dzuhur.

Profil Singkat Gembong Warsono

Nama Lengkap : Gembong Warsono
Tempat tanggal lahir : Wonogiri, 8 Juni 1963
Meninggal : Jakarta, 14 Oktober 2023
Istri : Asih Purwanti
Jumlah anak : 4

Sejarah singkat :

Sebelum menjadi ketua fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong telah aktif di sejumlah organisasi partai berlambang banteng moncong putih itu, di antaranya Ketua DPC PDI Perjuangan Jakarta Selatan (2010-2015), Wakil Sekretaris Bidang Internal DPD DKI Jakarta (2005-2010), Sekretaris DPC PDI Perjuangan Jakarta Selatan (2000-2005) dan Dewan Kota Jakarta Selatan (2003-2008).

Selama ini, Gembong Warsono dikenal sangat keras mengkritik Gubernur DKI Anies Rasyid Baswedan, terutama dalam penanganan banjir. Seperti saat dia menyorot program kerja Anies Baswedan menangani daerah rawan banjir di Kampung Melayu, Jakarta Timur.

Saat Banjir Jakarta, ia termasuk orang yang bersuara lantang terutama menagih janji Anies Baswedan soal waktu maksiimal 6 jam banjir menggenangi Jakarta. Menurut Gembong Warsono, penanganan banjir salah satu hal yang patut dikritisi dari kebijakan Anies Baswedan. Mengingat mengatasi banjir adalah janji kampanye Pilgub 2017.

Temukan kami di Google News.

Pos terkait