Indonesia Kutuk Brutalitas Israel pada Palestina

Mahfud mD

YOGYAKARTA, Inisiatifnews.com – Bakal Cawapres 2024, Mahfud MD menyatakan bahwa Indonesia sangat menentang segala bentuk penjajahan di atas muka bumi, termasuk yang dialami oleh Palestina atas Israel.

“Sesuai dengan prinsip negara Indonesia yang menganut perdamaian di dunia dalam salah satu tujuannya, maka rakyat Indonesia dan pemerintah Indonesia mengutuk dengan keras terjadi tindakan kekerasan dan pembantaian tanpa pandang bulu,” kata Mahfud MD dalam sambutannya di acara Doa Bersama untuk Rakyat Palestina di Pondok Pesantren Minggir, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (5/11) malam.

Bacaan Lainnya

Ia juga mengatakan bahwa sikap Indonesia sama dengan apa yang menjadi sikap mayoritas negara anggota Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), yang mana mereka juga mengutuk kebiadaban Israel terhadap masyarakat Palestina.

“Suara mayoritas mutlak, 120 negara setuju mengutuk tindakan Israel terhadap Palestina terhadap Gaza. Dan kita semua sebagai warga negara Indonesia dan sebagai pemerintah juga ikut mengutuk perbuatan itu,” ujarnya.

Kemudian, Mahfud MD yang juga Menko Polhukam Republik Indonesia tersebut mengatakan, bahwa kejadian yang melanda Palestina adalah yang terburuk dalam sepanjang sejarah konflik dengan Israel, bahkan sepanjang 70 (tujuh puluh) tahun terakhir.

“Sekarang ini yang paling parah,” terangnya.

Hal ini dengan melihat data dan skala waktu serangan yang dilancarkan antara tentara Israel dengan militer Palestina, Hamas. Yang mana perang kedua belah pihak tersebut meletus sejak tanggal 7 Oktober 2023, hingga saat ini sudah banyak jumlah korban jiwa di pihak rakyat Palestina. Data sampai dengan hari Jumat (3/11) kemarin mencapai hampir 10.000 jiwa. Dari jumlah itu, sekitar 3.700 adalah anak-anak. Hari Jumat kemarin adalah hari ke-27 agresi Israel ke Gaza.

“Artinya, dalam sehari ada 137 anak Palestina yang gugur, dalam satu jam terdapat 5 sampai 6 anak yang meninggal dunia, atau dalam setiap 10 menit ada satu anak Palestina yang kehilangan nyawa,” papar Mahfud.

Terlebih sikap Indonesia atas Palestina pun masih sama sejak Indonesia merdeka, yakni pada tahun 1955 kala itu Presiden Soekarno pernah menyatakan, bahwa selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel.

Temukan kami di Google News.

Pos terkait