Aiman : Ada Komandan Polisi Arahkan Anggota Menangkan Prabowo-Gibran

Aiman Witjaksono
Juru bicara TPN Ganjar Mahfud, Aiman Witjaksono.

JAKARTA, Inisiatifnews.com – Juru bicara Tim Pemenangan Nasional Ganjar Pranowo dan Mahfud MD (TPN Ganjar-Mahfud), Aiman Witjaksono menyampaikan, bahwa ada informasi tentang arahan dari komandan di Kepolisian terhadap jajaran di bawahnya untuk memenangkan pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka untuk Pilpres 2024.

“Saya mendapat sejumlah informasi dari beberapa teman-teman di Kepolisian, yang mereka keberatan karena diminta komandannya untuk mengarahkan atau membantu pemenangan Prabowo-Gibran,” kata Aiman dalam konferensi persnya di Jakarta, Sabtu (11/11).

Bacaan Lainnya

Ia tak menyebut oknum komandan Polisi tersebut, hanya saja ia memastikan informasinya valid tentang pengarahan tersebut. Hal ini ditekankan Aiman seperti informasi valid yang ia dapat tentang kasus Ferdy Sambo cs, dimana informasi itu ia juga dapat banyak dari internal kepolisian sendiri.

Ditambah lagi, adanya permintaan dari Korps Bhayangkara yang meminta agar semua CCTV milik penyelenggara maupun pengawas Pemilu untuk diintegrasikan dengan Polres setempat. Bahkan permintaan itu dibarengi dengan materi audio visual dengan kualitas terbaik.

“Polres di seluruh Indonesia meminta penyelenggara dan pengawas pemilu dan Bawaslu setempat untuk mengintegrasikan CCTV mereka dalam kualitas visual HD beserta lengkap dengan audionya untuk diintegrasikan dengan polres setempat. Ini hal yang luar biasa,” ujarnya.

Dari dua bahan informasi ini, Aiman mempertanyakan soal netralitas Polri dalam pelaksanaan Pemilu 2024. Mengapa Polri seperti ini, dan menurutnya situasi tersebut bisa memperburuk demokrasi.

“Kalau tujuannya baik benar nggak ada masalah, seperti 2019 dilakukan pasca pencoblosan untuk mengawasi surat suara, hari ini jauh sebelum masa kampanye sudah dilakukan hal itu. Pertanyaannya untuk apa ?,” tandasnya.

Sejauh ini, Aiman bersama dengan tim TPN Ganjar Mahfud masih berkeyakinan bahwa apa yang dilakukan oleh oknum-oknum tinggi Polri bukan merupakan arahan dari organisasi Kepolisian, akan tetapi adalah pelanggaran yang dilakukan secara mandiri.

Sebab kata Aiman, masih terlalu banyak Polisi yang memiliki hati nurani dan ingin mempertahankan integritasnya dari kepentingan politik praktis.

“Saya yakin di institusi kepolisian banyak sekali yang masih punya nurani dan mempertahankan idealismenya dan netralitasnya,” ucapnya.

Sehingga, ia pun meminta agar Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menunjukkan komitmen yang sama dalam mempertahankan integritas dan netralitas dalam pelaksanaan Pemilu 2024.

“Saya harapkan Pak Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo juga memiliki semangat yang sama untuk mempertahankan netralitasnya,” pungkasnya.

Pos terkait