Sebagai Wapres, Mahfud MD Ingin Diberikan Peran Luas Khususnya Bidang Polhukam

Mahfud MD di AFU
Cawapres 2024, Mahfud MD di podcast bareng Akbar Faizal.

JAKARTA, Inisiatifnews.com – Bakal Cawapres 2024, Mahfud MD menyampaikan, bahwa salah satu amanat dirinya ditunjuk menjadi Cawapres mendampingi Ganjar Pranowo adalah, karena Megawati Soekarnoputri berpandangan bahwa Indonesia membutuhkan sosok yang berintegritas dalam bidang politik, hukum dan keamanan.

Hal ini disampaikan Mahfud berdasarkan hasil pertemuannya dengan Megawati Soekarnoputri yang saat itu didampingi oleh sejumlah petinggi PDIP, seperti Hasto Kristiyanto, Olly Dodokambey dan Muhammad Prananda Prabowo.

Bacaan Lainnya

“Pak Mahfud, kami sudah mempertimbangkan segalanya, sekarang Indonesia perlu penegakan hukum, perlu pemberantasan korupsi, aparat penegak hukum kacau, kira-kira begitu, kami perlu pak Mahfud ikut menangani itu. Dan untuk itu pak Mahfud, kami calonkan dan sudah kami putusan tadi siang,” kata Mahfud MD menirukan ucapan permintaan Megawati saat bertemu di bilangan Jakarta Pusat.

Cerita ini disampaikan Mahfud saat melakukan podcast bersama Akbar Faizal Uncensored yang dikutip pada hari Minggu (12/11).

Mendapati permintaan Megawati semacam itu, Mahfud MD pun akhirnya menerima pinangan tersebut untuk mendampingi Ganjar Pranowo sebagai Cawapres untuk Pilpres 2024 mendatang.

“Ya saya bersedia,” ujarnya.

Namun, ia juga meminta agar saat menjadi Wakil Presiden periode 2024-2029 mendatang, dapat diberikan akses yang luas dalam konteks pemenuhan permintaan Megawati tersebut, tidak seperti ban serep, yakni hanya menggantikan atau mewakili kerja-kerja Presiden karena berhalangan.

“Saya ingin ikut mengarahkan Polhukam, jangan wapresnya tidak menyentuh. Kalau akses ini diberikan kepada saya dengan persetujuan mas Ganjar tentu saya akan menjadi dwi tunggal, saya tidak akan kerja sendiri,” terangnya.

Ia berharap fungsi Wapres benar-benar bisa maksimal seperti Wapres yang sudah-sudah, seperti kolaborasi antara Bung Karno dan Bung Hatta saat era orde lama. Dimana keduanya memiliki peran dan fungsi yang saling mendukung dan mengisi.

“Kalau konstitusi sendiri kan menyatakan presiden dibantu seorang wakil presiden. Dibantu, bukan dicadangi. Dan itu berlangsung sejak Bung Karno dan Bung Hatta juga kan efektif,” papar Mahfud.

Ia menjelaskan bahwa Bung Hatta saat menjadi Wakil Presiden memaksimalkan perannya dalam bidang administrasi negara. Sementara Bung Karno fokus pada akselerasi dan integrasinya.

“Bung Hatta administratornya, dan bung Karno integratornya. Jaman Pak Harto Wapres kan efektif di bidang Wasbang, bidang pengawasan pembangunan. Saya ingin seperti itu, bukan terlalu umum menjadi hanya bekerja kalau Presiden tidak ada, tapi tetap dengan semangat bersama, dwi tunggal,” tandasnya.

Lalu permintaan itu pun diklaim Mahfud sudah disetujui oleh Ganjar Pranowo sebagai Capresnya. Bahkan ia mengatakan Ganjar sangat senang dengan semangat Mahfud tersebut.

“Mas Ganjar nggak ada masalah sama sekali,” pungkasnya.

Pos terkait