Kabaharkam Luruskan Asumsi Negatif soal Pasang CCTV HD Jelang Pilpres 2024

Fadil Imra -
Kabaharkam Polri, Komjen Pol Muhammad Fadil Imran.

JAKARTA, Inisiatifnews.com – Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Muhamamd Fadil Imran meluruskan pemberitaan dan asumsi negatif di publik soal pemasangan CCTV dengan kualitas HD dan kualitas audio yang sangat baik.

Tujuan utama dari pemasangan CCTV dan audio berkualitas tinggi ini bertujuan untuk memonitoring situasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat yang berpotensi muncul di tengah pelaksanaan Pemilu 2024.

Bacaan Lainnya

“Dalam berbagai kesempatan, sering terjadi perbuatan pidana, seperti aksi anarkisme, kemudian teror dan sebagainya. Maka sangat diperlukan adanya data video dengan High Level HD itu, Pak,” kata Fadil dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (15/11).

Ia memastikan bahwa CCTV yang dipasang Polri tersebut bukan di area kantor KPU dan kantor partai politik, akan tetapi di kawasan publik.

“Dan itupun kita tidak pasang di dalam kawasan kantor KPU, kita pasang di area publik. Contoh misalnya yang menjadi tanggung jawab kami KPU RI yang berada di Jalan Imam Bonjol,” ujarnya.

Untuk CCTV di kawasan Jalan Imam Bonjol khususnya di kawasan depan KPU RI, Polri memang sengaja memasang alat perekam dengan kualitas terbaik.

“Kita sengaja pasang yang hight resolution dan memiliki kemampuan face recognition di Jalan Imam Bonjol kita pasang Pak, kalau di dalam (area KPU RI) tidak ada, Pak,” tegasnya.

Jika pun Polri butuh mengakses CCTV milik kantor KPU, hal itu tidak bisa dilakukan sembarangan. Perlu ada kejadian perkara yang dilaporkan ke Kepolisian untuk ditindaklanjuti. Dan permintaan untuk akses data CCTV tersebut pun harus dilakukan setelah laporan kasus itu masuk ke dalam proses penyidikan.

“Maka harus ada laporan polisi, setelah naik sidik baru kami meminta rekamannya,” terangnya.

Dengan penjelasan ini, Komjen Pol Fadil pun berharap agar para anggora dewan juga ikut melakukan sosialisasi kepada para konstituen agar mereka bisa memahami tujuan dan maksud dari pemasangan CCTV yang ramai diperbincangkan banyak kalangan itu.

“Jadi Bapak, jangan khawatir. Bapak boleh sampaikan ke konsisten Bapak bahwa pemasangan CCTV itu untuk kepentingan yang positif, tidak ada kepentingan-kepentingan negatif,” tuturnya.

Pemasangan CCTV semacam itu juga tidak hanya dilakukan di sekitar kantor KPU, akan tetapi di sekitar pabrik percetakan kotak suara, dan akses distribusi logistik kepemiluan khususnya di kawasan pelabuhan.

Temukan kami di Google News.

Pos terkait