Mahfud MD: Pemimpin Yang Baik Lahir Bukan Dari Proses Tipu-tipu

Cawapres Mahfud MD
Cawapres Mahfud MD di Kalimantan Barat.

PONTIANAK, Inisiatifnews.com – Menko Polhukam sekaligus Calon Wakil Presiden (Cawapres) Mahfud MD dua hari berkeliling melakukan sejumlah kegiatan di Kalimantan Barat (Kalbar). Dari mulai bertemu dengan komunitas Tionghoa, Madura, dan bersilaturahmi dengan ulama serta pengasuh pondok pesantren.

“Saya alhamdulillah bersyukur mendapat doa dari warga Kalbar yang dibagi tadi ke dalam berbagai segmen kegiatan. Tadi (siang) ada Hakka, itu kelompok etnis terbesar di kalangan Tionghoa, lalu malam ini dengan para pemimpin pesantren, lintas etnis berdoa yang tujuannya ialah untuk mencari pemimpin yang benar,” kata Mahfud selepas acara Silaturahmi Tokoh Ulama dan Kiai Kalbar.

Bacaan Lainnya

Dalam kegiatan itu, ratusan ulama dan kiai, serta pengasuh pondok pesantren di Kalbar hadir bersama tokoh nasional asal Kalbar Oesman Sapta Odang alias OSO di Grand Hotel Mahkota Pontianak, Sabtu (25/11/2023) malam.

Silaturahmi itu juga dihadiri Ketua Ikatan Keluarga Madura Muhammad Rawi, Ketua IKAMA Kalbar Sunandar, Ketua TPN Ganjar-Mahfud Arsjad Rasjid, serta sejumlah tokoh lainnya. Dalam kesempatan itu, para ulama dan pimpinan pondok pesantren di Kalbar mendoakan Mahfud MD menjadi pemimpin nasional.

Mahfud menegaskan, pemimpin yang benar pasti dilahirkan dari proses yang benar, jujur, dan dil. “Dan tidak main tipu-tipu,” tegasnya.

Sebab, ujar Mahfud, Indonesia bakal berkah apabila lahirnya kepemimpinan dilakukan secara berkeadaban, demokratis, dan dengan proses Pemilu yang jujur.

“Tidak boleh ada teror, tidak boleh ada tekanan-tekanan, tidak boleh ada juga kecurangan. Mari kita bertarung secara fair,” pesan Mahfud.

Dia menambahkan siapa pun yang terpilih nanti, baik wakil rakyat di DPR, DPRD, Presiden dan Wakil Presiden, serta kepala daerah, bisa diterima apabila Pemilu berjalan baik.

Nah, jika proses Pemilu berjalan dengan penuh kecurangan dan intrik-intrik yang merugikan satu atau sebagian kontestan, maka akan menimbulkan keributan. Ujungnya Pemerintahan bisa tidak stabil.

“Makanya, saya tadi minta doa kepada para ulama di sini. Saya juga sudah hadir ke Madura, minta doa dari para ulama di Madura, dan banyak daerah lainnya,” tuturnya.

Lebih lanjut Mahfud mengatakan, Indonesia yang terdiri dari 1.360 suku bangsa, 726 bahasa, 17.508 pulau, merupakan sebuah anugerah dari Allah. Dia pun mengajak seluruh elemen menjaga anugerah tersebut.

“Saya sekarang sedang memasuki sebuah proses untuk menjaga sebuah anugerah Allah yang bernama NKRI ini melalui pemilu yang demokratis, jujur, adil, dan bermartabat. Mudah-mudahan doa para kiai tadi diijabah oleh Allah SWT,” harap Mahfud.

Sementara itu, OSO mengaku sudah puluhan tahun berteman dengan Mahfud MD. Dia diperkenalkan dengan Mahfud oleh Presiden Keempat RI KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

“Pak Mahfud ini kemampuannya luar biasa, dan luar biasa pula setia kawannya. Saya tidak pernah lupa, karena Gus Dur yang memperkenalkan saya sama beliau,” kata OSO dalam sambutan pada silaturahmi tersebut.

Mantan wakil ketua MPR RI dan ketua DPD RI itu mengatakan, negeri ini membutuhkan orang yang ahli di bidang hukum seperti Mahfud MD. Untuk menegakkan keadilan dan konstitusi, memberantas korupsi, serta menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan yang merata.

“Mencapai keadilan, maka hukum harus tegak. Orang hukum itu, seperti Mahfud MD. Bukan karena dia kawan saya, ini kawan-kawan bangsa Indonesia yang bilang bahwa Mahfud-lah yang mampu mengatasi itu,” kata ketua umum Partai Hanura itu.

Pos terkait