Cak Imin Tak Sudi Lanjutkan Food Estate Garapan Jokowi-Prabowo

Muhaimin
Calon Wakil Presiden nomor urut 1, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin saat berdiskusi dengan Mahasiswa di Universitas Negeri Padang.

Inisiatifnews.com – Calon Wakil Presiden nomor urut 1, Abdul Muhaimin Iskandar menyatakan bahwa dirinya akan memastikan proyek food estate yang digarap oleh pemerintah Presiden Joko Widodo tidak akan dilanjutkan lagi jika dirinya menjadi Wakil Presiden 2024-2029.

“Sudah pasti tidak akan dilanjutkan,” kata pria yang karib disapa Cak Imin dalam keterangannya di Universitas Andalas, Sumatera Barat, Senin (4/12).

Bacaan Lainnya

Alasan utama mengapa proyek food estate yang dijalankan Kementerian Pertahanan tersebut tidak akan dilanjutkan, karena menurut Cak Imin, proyek tersebut sudah mengganggu fungsi hutan Indonesia.

Sehingga menurut Ketua DPP PKB sekaligus wakil ketua DPR RI tersebut, proyek yang saat ini sudah ditanami oleh pohon singkong tersebut dipastikan dihapuskan jika dirinya terpilih dalam Pilpres 2024 mendatang.

“Food estate tersebut sudah mengganggu hutan kita,” tegasnya.

Sekadar diketahui bahwa proyek Food Estate tersebut masuk dalam proyek strategis nasional (PSN). Dalam anggaran yang diproyeksikan pemerintah, Jokowi menggelontorkan dana APBN 2024 sebesar Rp 108,8 triliun untuk kepentingan food estate.

“Strategi transformasi ekonomi di bidang ketahanan pangan dialokasikan sebesar Rp 108,8 triliun yang diprioritaskan untuk: peningkatan ketersediaan, akses, dan stabilisasi harga pangan; peningkatan produksi pangan domestik; penguatan kelembagaan petani; dan dukungan pembiayaan serta perlindungan usaha tani,” ungkap Jokowi pada penyampaian keterangan pemerintah atas UU APBN Tahun Anggaran 2024 beserta Nota Keuangan di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8).

Bahkan proyek food estate akan terus digeber oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wapres KH Ma’ruf Amin. Sebab, food estate ini menjadi salah satu misi Presiden untuk pembangunan infrastruktur pangan nasional.

“Percepatan pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur pangan; pengembangan kawasan food estate; serta penguatan cadangan pangan nasional,” imbuhnya.

Pos terkait