Candaan Politik Zulhas : Habib Syakur Harap Bawaslu Tegas Biar Rakyat Tidak Gaduh

habib syakur
Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid.

JAKARTA, Inisiatifnews.com – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid menyampaikan bahwa apa yang diujarkan oleh Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan (Zulhas) adalah sesuatu yang seharusnya tidak perlu dikeluarian.

“Saya rasa candaan agama itu tidak layak lah untuk dimunculkan,” kata Habib Syakur kepada wartawan, Jumat (22/12).

Bacaan Lainnya

Ia menilai, bahwa apa yang diujarkan oleh Zulhas justru bisa berdampak pada pelanggaraan penodaan agama.

“Karena bisa jadi candaan agama menurut saya malah membuka pintu permasalahan tindak pidana penodaan agama,” ujarnya.

Terkait dengan kegaduhan yang terjadi di kalangan masyarakat usai mendengar ujaran Zulhas bisa menjadi salah satu batu sandungan pemilu.

Oleh sebab itu, ulama asal Malang Raya ini pun menyarankan agar KPU dan Bawaslu bisa bertindak tegas.

“Kami sebagai tokoh agama punya tanggung jawab mendinginkan situasi karena adanya gejolak masyarakat, tapi kalau mengurus candaan-candaan yang tidak lucu atau perkara hukum seperti itu maka yang bertanggung jawab adalah aparat, KPU dan Bawaslu,” ujarnya.

Karena jika tidak ada tindakan apapun terkait dengan permasalahan itu dari otoritas terkait bakal memicu gesekan di kalangan masyarakat.

“Iya, kalau tak ada tindakan tegas atau penyikapan serius dari aparat gakkumdu atau Bawaslu, tentu ini bakal jadi preseden buruk, akan ada Zulhas Zulhas berikutnya yang melakukan hal yang serupa,” sambung Habib Syakur.

Lebih lanjut, ia pun mengimbau kepada para tokoh dan aktor politik agar lebih dewasa dan mawas diri saja, jangan sampai melakukan tindakan atau menyampaikan ujaran yang justru berpotensi memicu gejolak masyarakat yang tidak perlu.

“Harusnya memberikan peringatan keras, karena di ranah mens rea politik sangat mungkin orang membuka peluang melakukan politisasi agama, menggoreng-goreng isu agama dan ras, ini tidak sehat bagi demokrasi kita,” tutur Habib Syakur.

Terakhir, ia juga mengajak kepada seluruh masyarakar luas untuk mengedepankan kedewasaan dalam berperilaku politis. Penanaman nilai-nilai Pancasila bisa menjadi kunci mencegah polemik yang tidak perlu di kalangan masyarakat.

“Kita harus tanamkan etika kebangsaan dan kedewasaan berpolitik, artinya bagaimana mereka bisa menerapkan sikap kenegarawanan yg sejati yang berdedikasikan pada bangsa dan negara,” pungkasnya.

Sebelumnya, Zulkifli Hasan membuat bercandaan bahwa di dalam shalat, sekarang sudah tidak pakai Amin. Bahkan dalam tasyahud pun tidak lagi menggunakan telunjuk saja, bahkan sampai 2 jari sebagai bentuk kecintaan mereka pada Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Hal itu disampaikan Zulhas saat menghadiri acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) di Semarang, Jawa Tengah, Selasa, 19 Desember 2023.

“Saudara-saudara tapi di sini kan aman. Saya keliling daerah, di sini aman Jakarta tidak ada masalah yang jauh-jauh ada loh. Jadi kalau salat magrib baca Al-fatihah Walad Dholin ada yang diem sekarang, ada yang diem sekarang, ada pak sekarang diem banyak. Saking cintanya sama Pak Prabowo. Itu kalau tahiyat akhir itu kan gini (gestur 1 telunjuk) sekarang banyak gini (gestur dua telunjuk),” kata Zulhaz.

Temukan kami di Google News.