Mahfud MD Bermalam di Ponpes Nurul Qarnain, Kenang Masa Nyantri

Mahfud MD di Nurul Qurnain
Cawapres nomor urut 03, Mahfud MD saat di Pondok Pesantren Nurul Qurnain Jember, Jawa Timur.

JAWA TIMUR, Inisiatifnews.com – Memungkasi kunjungan hari pertamanya di Jawa Timur, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD yang juga Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 3 bermalam di salah satu Pondok Pesantren Nurul Qarnain, Jember, Kamis (28/12) malam.

Kedatangan Mahfud di Ponpes tersebut disambut hangat oleh ribuan santri yang berbaris rapi. Pengasuh Ponpes Nurul Qarnain, Jember, KH. Yazid Karimullah beserta kiai lainnya menyambut Mahfud turun dari kendaraannya.

Bacaan Lainnya

Sebelum masuk ke salah satu bilik, Mahfud mengisi sejumlah kegiatan di Ponpes ini. Dari mulai salat berjamaah, doa dan tahlil, hingga shalawatan bersama ribuan santri. Usai salat berjamaah, Mahfud didoakan Kiai Yazid diamini oleh ribuan santri.

Setelahnya, salat Mahfud berjalan menuju sebuah aula untuk dialog dan bercengkerama dengan para santri. Di tengah perjalanan itu, Mahfud kembali disambut ribuan santri putri yang melantunkan shalawat badar. Mahfud tak sungkan mendatangi dan menyalami para santriwati tersebut.

Setelah berbagai kegiatan itu, di depan bilik tempat dia beristirahat, Mahfud mengaku rindu suasana pesantren. Ingatannya terlempar ke masa kecilnya yang pernah nyantri di Ponpes Al Mardhiyyah, Pamekasan, Madura.

“Ingatan saya kembali. Salat berjamaah, ngaji bareng, bangun malam, salat tahajud. Di pesantren ini yang dirindukan suara orang sahut menyahut mengaji, enak didengar,” ungkap Mahfud.

Kata Mahfud, saat dirinya nyantri, ponpesnya masih jauh dari kemajuan. Baik teknologi maupun bangunan sarana dan prasarananya. Bahkan untuk sekadar memasak saja, ia dan santri-santri lain harus mencari kayu bakar sendiri.

“Malah kamar saya dulu terbuat dari bilik bambu sederhana. Dulu mencari kayu untuk memasak,” katanya.

Sekarang ini, kata Mahfud, Ponpes jauh lebih maju. Sarana dan prasarana mudah dijangkau para santri.

“Sudah ada listrik, sudah pada maju pesantren sekarang. Boleh mengikuti perkembangan zaman, tapi ruhnya kan masih tetap. Belajar kitab kuning, dibekali moral, akidah dan akhlak,” sebutnya.

Keesokan harinya, Jum’at (28/12/2023) Mahfud berencana sowan ke PP Bustanul Makmur, Genteng-Banyuwangi, Ponpes Minhajut Thullab, Muncar, Banyuwangi, hingga menggelar pertemuan dengan para nelayan di Banyuwangi.

Temukan kami di Google News.

Pos terkait