Modernisasi Alutsista Penting Jaga Pertahanan dan Keamanan Nasional Hingga Geopolitik

Yulis Susilawaty
Pengamat geopolitik, pertahanan dan keamanan, Yulis Susilawaty.

JAKARTA, Inisiatifnews.com – Analis Geopolitik dan Pertahanan Keamanan, Yulis Susilawaty menilai bahwa kebutuhan sistem pertahanan nasional adalah sesuatu yang sangat penting dalam rangka menjaga kedaulatan bangsa dan negara.

Hal ini disampaikan sekaligus untuk menyikapi ruang berpikir masing-masing Capres-Cawapres 2024 yang saat ini berkompetisi dalam perspektif pertahanan nasional untuk kebutuhan geopolitik.

Bacaan Lainnya

“Dalam building block geopolitik Indonesia, bisa dicatat isinya adalah ; persatuan dan kesatuan, bhinneka tunggal ika, nasionalisme atau kebangsaan, negara kebangsaan atau nation state, serta negara kepulauan,” kata Yulis dalam diskusi bertemakan ‘Meramal Masa Depan Geo Politik dan Hankam dari Visi Misi Capres 2024’ yang diselenggarakan oleh IPI (Indonesian Public Institute) secara virtual, Jumat (5/1).

Kemudian, Yulis pun memetakan perspektif pertahanan keamanan dan geopolitik di dalam paparan visi dan misi masing-masing peserta Pilpres 2024, baik paslon nomor urut 01 Anies-Imin, 02 Prabowo-Gibran, maupun 03 Ganjar-Mahfud.

Untuk Anies Baswedan bersama Muhaimin Iskandar, catatannya adalah ; memperkuat sistem pertahanan dan keamanan negara, serta meningkatkan peran dan kepemimpinan Indonesia dalam kancah politik global untuk mewujudkan kepentingan nasional dan perdamaian dunia; kemudian menjadi inisiator perdamaian negara tertindas; Mengintensifkan perlindungan hukum warga negara Indonesia; Menginisiasi kerja sama hijau, penanganan perubahan iklim; dan meningkatkan keikutsertaan perempuan dalam politik luar negeri.

Dalam catatannya, Yulis menyayangkan bahwa perspektif pertahanan dan keamanan dalam geopolitik tidak begitu menjadi concern Anies-Imin. Sehingga ia menilai bahwa tim Anies-Imin kurang peka dalam mengantisipasi ancaman pertahanan keamanan nasional dan geopolitik seperti paslon lain.

“Sayangnya mereka tidak membawa isu soal pertahanan dan modernisasi alutsista negara, lawan terorisme dan peningkatan kualitas badan siber,” ujarnya.

Sementara untuk Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, catatannya adalah ; Pencegahan aksi terorisme, meningkatkan anggaran pertahanan, modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista); Dukungan kemerdekaan Palestina dengan memperjuangkan KBRI di Palestina; Memperkuat kapabilitas badan pertahanan siber.

Lalu untuk Ganjar Pranowo dan Mahfud MD, catatan Yulis adalah ; Politik bebas aktif, mendukung perjuangan rakyat Palestina; Memperkuat diplomasi dan kedutaan besar untuk perlindungan pekerja migran; Modernisasi alutsista; dan Pembentukan angkatan siber TNI.

“Bagaimana ada perbedaan dan juga sangat mendasar,” ucapnya.

Dalam perspektif pertahanan dan keamanan, ia juga menyinggung soal modernisasi Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista). Bagi dirinya, modernisasi ini harus diperhatikan lebih lanjut dan serius oleh Kementerian Pertahanan untuk memastikan sistem pertahanan nasional lebih proper.

“Jadi alutsista tidak hanya sekadar digunakan saja, akan tetapi bisa memenuhi kebutuhan sistem pertahanan kita dengan baik,” tuturnya.

Hal ini penting menurut Yulis, karena salah satu tujuan modernisasi alutsista adalah memaksimalkan sistem pertahanan negara. Dan kualitas pertahanan negara bisa memenuhi konsep pertahanan nasional.

“Tujuan nasional adalah ; melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia; memajukan kesejahteraan umum; mencerdaskan kehidupan bangsa; ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial,” terangnya.

Temukan kami di Google News.