Hari Purwanto Ajak Konsolidasi Aktivis Lawan Oligarki dalam Refleksi Malari

Hari-Puwanto-SDR
Direktur eksekutif SDR, Hari Puwanto.

JAKARTA, Inisiatifnews.com – Direktur eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto mengatakan bahwa peringatan peristiwa malari yang akan diperingati esok hari bisa menjadi penggugah semangat para aktivis khususnya era orde baru untuk kembali merenungi arti perjuangan mereka saat tahun 1974 silam.

“Peristiwa Malari merupakan salah satu peristiwa kelam di zaman Orde Baru. Peristiwa Malari merupakan singkatan dari malapetaka 15 Januari 1974. Peristiwa Malari adalah demonstrasi mahasiswa yang berujung kerusuhan besar yang terjadi pada 15 Januari 1974,” kata Hari dalam keterangannya, Minggu (14/1).

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan bahwa peristiwa ini berawal dari rencana kedatangan Perdana Menteri Jepang Tanaka Kakuei ke Indonesia dan juga kisruh investasi asing saat itu.

Sebagai momentum nostalgia peristiwa Malari, Hari Purwanto mengatakan bahwa ada harapan besar bagaimana para aktivis yang akan berkumpul kembali duduk bersama untuk memperbaiki bangsa dari adanya kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN) yang dinilai terjadi saat ini.

“Setiap tahun aktivis dari semua lintas generasi hadir dan berkumpul memperingati peristiwa Malari, tentunya ini akan menjadi ajang konsolidasi bagi semua aktivis yang hadir. Apalagi peringatan Malari diselenggarakan bertepatan 1 bulan sebelum pencoblosan Pilpres 2024,” ujarnya.

Hari mengatakan, jika menilik dari peristiwa Malari bahwa situasi kekinian hampir mirip dan sama. Dimana dominasi investasi satu negara asing sangat besar dan terlalu mengintervensi bangsa saat ini. Bahkan utang luar negeri dijadikan bancakan mengacu dari temuan-temuan PPATK itu membuka kedok berbagai modus transaksi mencurigakan dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) hingga ratusan triliun rupiah.

“Salah satu temuan lembaga intelijen keuangan yang paling menarik adalah dugaan aliran dana PSN ke kantong Aparatur Sipil Negara hingga politikus,” terang Hari.

Dan sebesar 36,67% transaksi dana pada PSN diduga digunakan bukan untuk pembangunan proyek melainkan untuk kepentingan pribadi.

“Tentunya sangat tepat jika Peringatan Malari 2024 ini menjadi ajang konsolidasi mempertahankan demokrasi dan melawan oligarki Jokowi yang sudah menjadi rahasia umum,” ujar Hari.

“Rakyat semakin miskin dan Jokowi sudah melawan arus reformasi, padahal tujuan reformasi sederhana, yakni tegakkan demokrasi, hapus KKN, dan bikin rakyat makmur,” pungkas Hari.

Pos terkait