Goenawan Mohamad : Jokowi Harusnya Rela Saja di Pilpres 2024

jokowi ganjar
Presiden Joko Widodo bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

JAKARTA, Inisiatifnews.com – Budayawan, Goenawan Mohamad menilai bahwa sah-sah saja seorang capres atau cawapres petahana turun untuk kampanye.

“Seorang presiden pantas ikut kampanye dalam pilpres, jika ia mencalonkan diri lagi,” kata Goenawan dalam tweetnya @gm_gm seperti dikutip wartawan, Kamis (25/1).

Bacaan Lainnya

Hanya saja dalam kasus Jokowi saat Pilpres 2024, tentu tak ada urgensinya turun gunung untuk kampanye dan menyebarkan keberpijakannya kepada salah satu capres-cawapres.

Sebab, tak ada kepentingan apa pun baginya untuk bisa melanjutkan kepemimpinannya. Sebab kata pendiri majalah Tempo itu, bahwa Jokowi bukanlah petahana yang sedang mencalonkan diri sebagai Capres seperti Pilpres 2019 lalu.

“Jika ia tak berhak dipilih lagi, seperti Presiden Jokowi sekarang, ia sepatutnya bersikap rela, dan tetap berperan sebagai bapak bangsa,” ujarnya.

Menurut Goenawan, akan sangat elok jika Jokowi berada di posisi netral sekalipun ada celah regulasi yang memperbolehkannya ikut berkampanye di UU Nomor 7 Tahun 2017 tengang Pemilu.

“Bapak yang bijaksana berada di atas semua kontestan, seperti ayah yang tak berat sebelah ketika ada ketegangan atau konflik di antara anak-anaknya,” tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi (Joko Widodo) memberikan tanggapan tegas terkait polemik keterlibatan presiden dalam kampanye, menyatakan bahwa presiden memiliki hak untuk berkampanye dan memihak.

Pernyataan ini disampaikannya di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Rabu (24/1).

“Presiden tuh boleh lho kampanye, memihak juga boleh, memihak atau tidak memihak itu tergantung individu masing-masing,” ujar Jokowi, menegaskan kebebasan tersebut.

Namun, dalam konteks ini, Jokowi menekankan keharusan untuk tidak menggunakan fasilitas negara oleh pejabat publik yang juga menjadi pejabat politik bila melakukan kampanye.

“Ya boleh saja saya kampanye tetapi harus cuti tidak menggunakan fasilitas negara,” tambahnya.

Dalam konfirmasi terkait kemungkinan kampanye untuk pasangan calon yang didukung, Jokowi menekankan keputusan tersebut akan dilihat nanti sesuai perkembangan.

Hadir dalam kesempatan itu adalah Menteri Pertahanan sekaligus Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto, Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafidz, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali, KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak, dan KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo.

Pos terkait