Hikam Kritik Jokowi : Sak Karepe Dhewe

as hikam
Muhammad AS Hikam.

JAKARTA, Inisiatifnews.com – Pengamat politik dari President University, Muhammad AS Hikam memberikan sentilan keras kepada Presiden Joko Widodo yang melontarkan stetemen akan berkampanye dan berpihak dalam Pilpres 2024.

Hal ini menindaklanjuti dengan keberadaan Gibran Rakabuming Raka sebagai Cawapres nomor urut 02, yang mana notabane ia adalah putra sulung Jokowi dan Iriana.

Bacaan Lainnya

Menurut Hikam, statemen itu menunjukkan posisi strategis Jokowi dalam menggalang kemenangan Prabowo Gibran. Sementara ia adalah Presiden sekaligus Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan yang aktif.

Ia menuding bahwa Jokowi sedang ingin mengupayakan agar kekuasaannya tetap langgeng dan dilanjutkan oleh anaknya yang saat ini dipasangkan dengan Prabowo dalam kontestasi politik elektoral lima tahunan itu.

“Hasrat langgengkan kuasa makin jelas terpapar dengan kengototan menafsir aturan hukum,” kata Hikam dalam keterangannya yang dikutip wartawan, Minggu (28/1).

Menteri Negara bidang Riset dan Teknologi era pemerintahan Presiden KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur tersebut menyayangkan, apa yang dilontarkan Jokowi bisa merusak iklim demokrasi yang seharusnya berlangsung secara sehat dan dewasa saat ini.

“Sak karepe dhewe,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hikam mengatakan bahwa seharusnya demokrasi berjalan secara independen, pemerintah tidak boleh ada yang melakukan upaya untuk memenangkan salah satu peserta pemilu, karena jelas tidak fair dalam kontestasi.

Kecuali memang Jokowi ingin cawe-cawe dan merusak tatanan demokrasi yang seharusnya semakin sehat dan dewasa.

“Ya supaya bisa terus cawe-cawe,” ketus Hikam.

Sekadar diketahui, bahwa Presiden Jokowi menyatakan bahwa Presiden dan Menteri boleh berkampanye dan memihak.

Hal ini disampaikan Jokowi saat ditanya wartawan tentang keberadaan sejumlah menteri di Kabinet Indonesia Maju di acara debat Capres Cawapres di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Rabu (24/1).

“Presiden tuh boleh lho kampanye, memihak juga boleh, memihak atau tidak memihak itu tergantung individu masing-masing,” kata Jokowi.

Temukan kami di Google News.

Pos terkait