Hikam Respons Positif Mahfud Mundur, Ganjar Bisa Leluasa Bermanuver di Debat

Mahfud dan Hikam
Muhammad AS Hikam dan Mahfud MD.

JAKARTA, Inisiatifnews.com – Pengamat politik dari President University, Muhammad AS Hikam menilai bahwa mundurnya Mahfud MD dari kursi Menko Polhukam akan berdampak positif bagi kontestasinya di Pilpres 2024.

Di mana Mahfud akan lebih leluasa di dalam kegiatannya sebagai Cawapres mendampingi Ganjar Pranowo, tanpa harus dibayang-bayangi beban morilnya sebagai menteri di Kabinet Indonesia Maju.

Bacaan Lainnya

“Kalau dari perspektif personal, saya kira pengunduran diri Pak Mahfud memberikan ruang manuver untuk berkampanye,” kata Hikam dalam keterangannya yang dikutip wartawan, Jumat (2/2).

Di sisi lain, Hikam juga menilai bahwa mundurnya Mahfud sebagai pembantu Jokowi di pemerintahan juga memberikan posisi yang paling nyaman untuk paslon nomor urut 03 tersebut melakukan aktivitas kampanye politiknya.

“Kalau beliau punya peluang manuver yang bagus, maka Pak Ganjar juga lega. Pak Mahfud bisa full blown saat kampanye karena tidak ada lagi beban sebagai pejabat negara,” ujarnya.

Termasuk juga memberikan keleluasaan bagi Ganjar Pranowo untuk bermanuver di dalam debat kelima yang akan digelar pada hari Minggu, 4 Februari 2024 mendatang. Apalagi satu Capres-Cawapres yakni Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka cenderung masih aktif sebagai pejabat publik.

“Saya juga tidak akan kaget dalam debat capres terakhir nanti, Pak Ganjar bisa lebih bebas mengutarakan pandangannya karena Pak Mahfud telah melepaskan jabatan strategisnya,” lanjutnya.

Sekadar diketahui, bahwa Calon Wakil Presiden nomor urut 03, Mahfud MD telah resmi purna tugas sebagai Menko Polhukam di Kabinet Indonesia Maju. Bahkan dengan kondisinya saat ini, Mahfud merasa lebih lega untuk bermanuver dalam kontestasi politik elektoral.

“Hari ini saya merasa plong, datang ke kantor Polhukam untuk pamitan,” kata Mahfud MD dalam keterangannya hari ini.

Memang sepanjang dirinya menjadi Cawapres, ada kekhawatiran dirinya melanggar komitmennya sendiri ketika datang ke kantor Kemenko Polhukam. Ia khawatir tak sengaja menyalahgunakan jabatannya.

“3,5 bulan terakhir ini, sejak resmi jadi cawapres saya gamang jika ke kantor Kemenko Polhukam. Saya khawatir tanpa sengaja menggunakan fasilitas kantor untuk kepentingan kampanye saya. Saya khawatir pejabat dan pegawai Polhukam tidak netral dan melayani kepentingan politik saya karena saya jadi paslon,” ujarnya.

Kegalauan ini ternyata sudah sangat menghantui dirinya selama ini pasca ditetapkan sebagai Cawapres 2024.

“Tolak tarik agar saya mundur atau bertahan sebagai Menko Polhukam berlangsung 3,5 bulan,” paparnya.

Hingga akhirnya, Mahfud yang juga mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut memantabkan diri untuk melepaskan jabatannya yang telah diamanatkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama hampir satu periode kepemimpinan nasional itu.

“Tepat 1 Pebruari 2024 saya sudah menghadap Presiden Jokowi untuk minta berhenti,” terangnya.

Temukan kami di Google News.

Pos terkait