Adi Prayitno Sebut Politik Masa Kini Tanpa Ideologi, Haram Baperan

Adi Prayitno
Dari kiri : Ismail Yusanto, Eggi Sudjana, Adi Prayitno, Novriantoni Kahar. [foto : Inisiatifnews]

JAKARTA, Inisiatifnews.com – Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (UIN Jakarta), Adi Prayitno tampaknya sudah mengelus dada memandang fenomena politik di Indonesia dewasa ini.

Hal ini karena ia kurang bisa menjelaskan mengapa politik saat ini cenderung berpotensi sangat transaksional dan sangat kasat mata.

Bacaan Lainnya

“Tibalah pada masa berpolitik tanpa baperan dan tanpa ideologi. Kawan lama bisa dikhianati kalau sudah tak nguntungin. Musuh diajak kerja sama kalau nguntungin,” kata Adi dalam tweetnya di X @Adiprayitno_20, Jumat (24/5).

Ketika situasi transaksional ini terjadi, Adi menilai siapa pun dilarang keras untuk kecewa dengan kondisi tersebut. Hal ini pun membuat politik yang dijalankan oleh para elite saat ini cenderung sangat meninggalkan aspek ideologisnya masing-masing.

“Setelah itu diharamkan baper. Ideologipun dibuang ke tong sampah,” ujarnya.

Fleksibilitas ini menurut Adi menjadi fenomena yang sangat unik dan cenderung baru terjadi di Indonesia.

“Model politik masa kini, mesti menyesuaikan,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, bahwa pasca Pilpres 2024, sejumlah partai yang berseberangan dengan Capres-Cawapres terpilih memilih untuk melakukan lobi politik agar bisa digandeng.

Sebut saja PKB (Partai Kebangkitan Bangsa), Partai NasDem dan PKS (Partai Keadilan Sejahtera). Ketiga partai pengusung Anies-Imin di Pilpres 2024 tersebut sudah membuka sinyal kuat agar bisa diajak bergabung dalam pemerintahan Prabowo Gibran.

Temukan kami di Google News.

Pos terkait