Mahfud MD: Walau Anda Kecewa, Marah atau Muak, Jangan Pernah Lelah Mencintai Indonesia

Mahfud MD
Cawapres nomor urut 03, Mahfud MD saat bersama para santri Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur.

Pakar hukum tata negara, Mahfud MD, memberikan pesan penting kepada setiap elemen bangsa yang mungkin kecewa atas apa yang terjadi hari ini di Indonesia. Ia menekankan, apapun yang terjadi semua kita tidak boleh lelah mencintai Indonesia.

“Saya ingin memberi saran bila Anda sekali waktu kecewa, marah atau muak terhadap apa yang terjadi di masa-masa sekarang ini, saya ingin mengajak anda untuk tetap bersemangat dan jangan pernah lelah mencintai Indonesia. Selesai,” kata Mahfud dalam pesan penutup podcast ‘Terus Terang Mahfud MD’ di YouTube ‘Mahfud MD Official’ edisi Selasa (25/06/2024).

Bacaan Lainnya

Dalam podcast Terus Terang Mahfud MD edisi terbaru itu, Mahfud memberi evaluasi atas kinerja lembaga-lembaga negara setelah 26 tahun reformasi terjadi di Indonesia. Mahfud menyayangkan, semakin ke sini kualitas lembaga-lembaga itu kian menurun.

Menkopolhukam periode 2019-2024 itu turut menekankan, kerusakan yang terjadi di eksekutif, yudikatif dan legislatif akan saling mempengaruhi. Jadi, jika ada konflik kepentingan atau terjadi jual-beli jabatan akan berdampak kepada satu sama lain.

“Mempengaruhi pengadilan diam-diam, eksekutif itu mempengaruhi jaksa, marah-marah di ruang sidang, nanti datang ke kantor Kejaksaan titip perkara ini, ini bukan rahasia, sudah banyak terjadi. Aparat penegak hukumnya juga begitu, minta atensi dari DPR, anggaran kita di situ tempatnya, sama,” ujar Mahfud.

Maka itu, ia menekankan, perlu kesadaran kolektif dari semua elemen yang ada. Bagi Mahfud, tidak bisa kita bergantung kepada satu menteri saja, satu lembaga saja, tapi di sisi lain ada menteri lain atau ada lembaga lain yang tidak bekerja secara optimal.

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2008-2013 itu menyampaikan, jangan sampai cuma menteri tertentu saja yang bersemangat melakukan perbaikan, tapi menteri-menteri lain tidak. Apalagi, ia mengungkapkan, ada kebiasaan buruk di pejabat-pejabat kita belakangan.

“Ini yang sangat memprihatinkan dan mengkhawatirkan, kalau ada satu kasus di pemerintahan yang lama bertahun tidak jalan, itu pejabatnya cenderung menghindar. BLBI contohnya, setiap ganti pejabat itu tidak kerja, kenapa, paling sebentar lagi saya diganti, daripada kena resiko, nanti yang baru saya cuma sekian tahun,” kata Mahfud.

Mahfud mengingatkan, kasus BLBI sampai 18 tahun begitu saja sekalipun sudah harus diselesaikan dan harus ditagih. Apalagi, ada pegawai-pegawai yang menjual sertifikat, berkolusi dengan obligator, tapi pejabat-pejabat yang ada malah takut.

Mahfud menuturkan, pejabat terkait malah menyerahkan itu ke pejabat berikutnya, dan pejabat berikutnya membiarkan karena tidak mau mengambil resiko. Akibatnya, masalah-masalah bertumpuk, tidak mau selesaikan korupsi dan kolusi di depan mata.

Anggota DPR RI periode 2004-2008 itu menerangkan, pencucian uang juga begitu jelas di depan mata pelakunya, ditunda atau di bawah tidak berjalan kasusnya. Bagi Mahfud, itu terjadi karena mungkin ada yang terlibat atau banyak yang malas terlibat.

“Begitu banyak, lalu di mana tanggung jawab sebagai pejabat, ini yang saya katakan perlu kesadaran kolektif, bukan kesadaran oh Menkopolhukam bagus, kalau yang lain tidak, tidak bisa. Itu Menkomarves bagus, kalau yang lain tidak, tidak bisa juga,” ujar Mahfud.

Maka itu, Mahfud menegaskan, legal struktur harus saling bersinergi, bukan dilepas suka-suka sendiri. Ia berharap, pergantian kepemimpinan nasional nanti melahirkan pemimpin yang berintegritas, yang antara ucapannya dan tindakannya bisa sejalan.

“Nah, itu kuncinya di Presiden, kuncinya di Presiden, asal Presidennya bersih, maka komitmen seperti itu tidak sulit dilakukan,” kata Mahfud.

Semua itu disampaikan Mahfud dalam podcast ‘Terus Terang Mahfud MD’ yang tayang di YouTube ‘Mahfud MD Official’ setiap pekan. Mahfud MD memberikan pandangan tentang agenda-agenda terkini bangsa dengan apa adanya dan secara terus terang. (*)

Temukan kami di Google News.

Pos terkait