Mahfud MD Bilang Publik Tunggu Kejelasan Pemberhentian Prof Budi Santoso dari Unair

Mahfud MD di Unair
Prof Mahfud MD saat mengisi kuliah umum di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya pada tahun 2023.

JAKARTA, Inisiatifnews.com – Pakar Hukum Tata Negara, Prof Mahfud MD memberikan respons atas diberhentikannya Dekan Fakultas Kedokteran Unair Prof. Budi Santoso oleh Rektor Unair Rektor Unair Prof. Nasih.

“Prof. Budi maupun Prof. Nasih adalah sahabat baik saya. Keduanya adalah orang-orang baik, terbuka terhadap perbedaan, dan tawadhu’ dalam keseharian,” kata Mahfud MD dalam keterangannya di akun Instagram pribadinya @mohmahfudmd, Sabtu (6/7).

Bacaan Lainnya

Ia mengaku merasa kaget dengan kabar pemberitaan tersebut, di mana kedua sahabatnya itu disebut-sebut tengah terjadi polemik.

“Sangat mengejutkan ketika ada berita pemberhentian atas Dekan FK tersebut oleh Rektor setelah ada berita Dekan FK menolak masuknya dokter-dokter asing ke Indonesia,” ujarnya.

Yang membuatnya tak habis pikir adalah, ketika mendengar statemen dari Kementerian Kesehatan yang membantah ikut terlibat di balik pemberhentikan Prof Budi Santoso tersebut. Ditambah lagi pihak Kemendikbud Ristek justru tak tahu dengan pemberhentian tersebut, sekaligus mengaku menyesalkan kabar itu.

Lantas, dari pihak Universitas Airlangga pun hanya memberikan penjelasan normatif, bahwa pemberhentian Prof Budi Santoso tersebut hanya sebatas kebijakan internal akademik. Oleh sebab itu, ia berharap rektor Unair mau tampil untuk memberikan kemelut yang liar semacam ini.

“Masalahnya perlu dijawab dan diselesaikan oleh Pimpinan Unair,” tutur Mahfud.

Lebih lanjut, sebagai sesama akademisi, Mahfud memberikan pandangannya bahwa setiap orang yang diberhentikan dari jabatan struktural di sebuah lembaga termasuk Kampus, harus berdasarkan alasan dan penjelasan yang jelas serta kuat.

“Pemberhentian dari jabatan struktural harus ada alasan dan prosedurnya. Apa alasannya dan bagaimana prosedur pengambilan keputusannya. Alasan dan prosedur harus dijelaskan secara terbuka,” terangnya.

Polemik ini diharapkan Mahfud bisa segera dituntaskan dengan terbuka dan jujur. Sehingga tidak menjadi polemik yang justru semakin memperkeruh suasana.

“Jangan sampai ada orang melempar batu ke Unair tapi menyembunyikan tangannya. Perguruan tinggi adalah salah satu benteng peradaban dalam menjaga integritas kecendekiawanan. Dengan segala hormat,” tutur Mahfud.

Temukan kami di Google News.

Pos terkait