Tepuk Pramuka di Jogja Meresahkan

  • Whatsapp
pramuka
Foto ilustrasi Pramuka di Film Lima Elang.

Inisiatifnews.com – Sebuah tepuk pramuka di SD Negeri Timuran, Mergangsan, Yogyakarta menjadi perhatian publik. Betapa tidak, seorang pembina Pramuka mengajari siswa sekolah dasar itu dengan diksi yang dinilai berpotensi mengganggu stabilitas kehidupan berbangsa.

Acara tersebut diduga saat ada kegiatan Kwarcab Kota Yogyakarta. Di mana tampak seorang pembina wanita berhijab merah mengajak peserta pramuka itu melakukan Tepuk Anak Sholeh.

Bacaan Lainnya

Berikut adalah isi Tepuk Anak Sholeh dalam kegiatan Kwarcab yang diajarkan pembina pramuka itu ;

Tepuk Anak Sholeh

Aku anak sholeh, rajin ngaji, rajin sholat, orang tua dihormati, cinta Islam sampai mati.

Laa Ilaaha Illallah, Muhammadur Rasulullah.

Islam-islam yes, Kafir-kafir no.

Mendapati kabar tepuk pramuka semacam itu, raja Jogja yakni Gubernur Sri Sultan Hamengku Buwono X. Ia mengaku sangat menyesalkan pengajaran karakter tersebut.

“Saya sangat menyesal itu terjadi di Pramuka,” kata Sultan di Sleman, Selasa (14/1/2020).

Menurut Sultan, tidak bisa dibenarkan pembelajaran semacam itu apalagi di lingkungan pendidikan karakter Pramuka. Apalagi menurutnya, di Indonesia tidak ada istilah kafir.

“Bukan tempatnya di situ dan tidak perlu mengatakan seperti itu. Di Indonesia nggak ada kafir,” tegasnya.

Terkait dengan persoalan itu, Sultan mengatakan akan melakuan pengecekan lebih lanjut. Hal ini lantaran dirinya baru mengetahui ada tepuk pramuka semacam itu di wilayahnya.

“Nanti kita lihay, saya baru dengan ini malahan,” imbuhnya.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pos terkait