Tak Ingin Ada Kecurangan, PKS Harap KPK Ikut Monitor Pemilihan Wagub DKI

  • Whatsapp
Mohammad Arifin
Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, Mohammad Arifin.

Inisiatifnews.com – Dinamika politik terkait dengan pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga Salahuddin Uno masih berlangsung sampai saat ini. Dua partai politik masih berseteru tentang kader siapa yang tepat mengisi kursi kosong untuk mendampingi kinerja Anies Rasyid Baswedan itu, yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Gerindra.

Namun demikian, Ketua Fraksi PKS DPRD DKI, Mohammad Arifin mengharapkan agar proses pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta dapat dilakukan dengan fair.

Bacaan Lainnya

Arifin pun meminta juga kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan sejumlah aparat terkait lainnya untuk ikut melakukan pemantauan terhadap jalannya proses pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut.

“Kami minta aparat penegak hukum, KPK juga. Jangan sampai ada pihak-pihak tertentu yang menciderai proses demokrasi yang berjalan di DPRD apalagi dengan cara-cara melawan hukum,” kata Ketua Fraksi PKS DPRD DKI, Mohammad Arifin, Selasa (21/1/2020).

Menurut Arifin, pengawasan proses pemilihan Wagub DKI sangat penting. Tujuannya, mencegah terjadinya, money politik ketika proses voting di DPRD DKI Jakarta.

“Pengawasan itu penting. Bukan karena faktor mencurigai. Dalam politik penting, untuk antisipasi sesuatu yang kita tidak inginkan. Bisa saja terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan yang melawan hukum, contoh money politic. Kita tak ingin itu terjadi dalam nanti proses demokrasi di DPRD,” pungkasnya.

Diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menerima surat penetapan dua nama kandidat calon wakil Gubernur DKI Jakarta, yakni Nurmansyah Lubis dari PKS dan Riza Patria dari Gerindra. Kedua nama ini, bakal diserahkan Anies kepada DPRD DKI Jakarta, guna diproses sampai pada voting oleh DPRD DKI dalam Rapat Paripurna. []

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Pos terkait