Anies Puji Donny Jadi Dirut Transjakarta, Ternyata Napi Penipuan

  • Whatsapp
Donny Andy Sarmedi Saragih
Donny Andy Sarmedi Saragih.

JAKARTA, Inisiatifnews.com – Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan mengangkat Donny Andy Sarmedi Saragih sebagai Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) menggantikan Awgung WIcaksono yang mengundurkan diri.

Dalam pengangkatan Donny, Anies sampai memuji prestasi yang dimiliki oleh anak buah barunya itu.

Bacaan Lainnya

“Dia memiliki latar belakang pengalaman di bidang transportasi. Hampir seluruh pengalaman kariernya di bidang transportasi dan bahkan sempat menjadi wakil ketua Dewan Transportasi Jakarta,” kata Anies di Jakarta, Jumat (24/1/2020) lalu.

Bahkan untuk di sektor kewirausahaan, Anies menyebutkan bahwa Donny memiliki pengalaman yang baik.

“Di bidang usaha dia berpengalaman antara lain sebagai direktur operasional PT Eka Sari Lorena Transportasi dan komisaris PT Alfa Omega Transport sejak tahun 2014,” jelasnya.

Namun sayangnya, kabar mengejutkan menyasar orang kepercayaan Anies Baswedan. Pasalnya, baru saja mendapat perintah mengomandoi PT TransJakarta, Donny terancam akan kehilangan tahtanya itu.

Kabar berhembus bahwa Donny disinyalir sebagai terpidana kasus penipuan. Hal ini setelah dilihat dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Bahwa kasus Donny tercatat dengan nomor perkara 490/Pid.B/2018/PN Jkt.Pst dengan klasifikasi perkara pemerasan dan pengancaman. Kasus ini mulai disidangkan di PN Jakpus pada 30 April 2018 lalu.

Donny dan rekannya, Porman Tambunan alias Andi Tambunan, didakwa melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 378 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 jo pasal 64 ayat (1) KUHP. Ia kemudian dituntut selama 2 tahun penjara.

Dalam sidang putusan pada 15 Agustus 2018, majelis hakim PN Jakpus memvonis Donny dan Porman masing-masing selama 1 (satu) tahun dalam tahanan kota yang artinya tidak mendekam di dalam sel tahanan melainkan hanya wajib lapor dan tidak boleh meninggalkan Jakarta sepanjang masa vonis berakhir.

Namun pada tanggal 12 Februari 2019 melalui kasasi di Mahkamah Agung (MA) buah dari upaya hukum lanjutan yakni banding dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, Donny dan Porman Tambuan ditambah menjadi masing-masing 2 tahun dikurangi masa tahanan. Kemudian status hukumannya berubah dari tahanan kota menjadi penjara.

Dengan putusan kasasi itu, Donny Saragih dan Porman Tambunan otomatis berstatus terpidana.

Menyikapi kasus Donny itu, Pemprov DKI Jakarta tengah menggelar RUPS LB untuk membahas hal ini. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga belum mau berbicara banyak soal status Donny yang merupakan terpidana kasus penipuan.

“Nanti, nanti. Siang nanti,” kata Anies di Balai Kota Jakarta, Senin (27/1).

[]

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait