Transjakarta, MRT, LRT dan Commuter Line Wajibkan Penumpangnya Pakai Masker

  • Whatsapp
IMG 20200405 221628
Ilustrasi.
PHP Dev Cloud Hosting

Inisiatifnews.com Dalam rangka memutus rantai penyebaran Novel Coronavirus Disease (Covid-19), pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan terobosan dengan mengeluarkan kebijakan wajib pakai masker bagi para penumpang moda transportasi umum.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan bahwa seluruh penumpang yang tidak memakai masker akan dilarang naik bus transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta mulai 12 April 2020 mendatang.

Bacaan Lainnya

Kebijakan itu diterapkan sesuai arahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“Penumpang yang tidak memakai masker tidak dilayani,” ujar Syafrin kepada wartawan, Minggu (5/4/2020).

Transjakarta

Kebijakan ini pun diamini oleh para pengelola layanan moda transportasi publik. Salah satunya adalah Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT Transjakarta Nadia Diposanjoyo. Ia menuturkan, bahwa penumpang yang tidak memakai masker tidak hanya dilarang naik bus transjakarta.

Tidak hanya sekedar naik bus transjakarta saja, bahkan penumpang pun sampai dilarang masuk ke dalam halte.

“Bagi pelanggan yang tidak menggunakan masker, tidak diperbolehkan memasuki halte maupun menggunakan bus. Selama enam hari ke depan, Transjakarta mengimbau seluruh pelanggan untuk mempersiapkan masker pribadi,” kata Nadia dalam siaran pers.

MRT

PT MRT Jakarta akan menyosialiasikan pemakaian masker kepada penumpang pada 6-11 April 2020.

Kemudian, mulai 12 April 2020, penumpang yang tidak memakai masker dilarang masuk ke dalam stasiun dan naik MRT Jakarta.

“PT MRT Jakarta mengimbau seluruh calon penumpang agar senantiasa menggunakan masker ketika akan memasuki stasiun dan menggunakan layanan MRT Jakarta,” ucap Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PT MRT Jakarta Muhamad Kamaluddin.

LRT

Kebijakan yang sama diterapkan PT LRT Jakarta. PT LRT Jakarta akan menyosialisasikan kewajiban memakai masker selama sepekan ke depan.

“PT LRT Jakarta mengharuskan semua penumpang untuk menggunakan masker, efektif per 12 April 2020. Calon penumpang yang tidak mengenakan masker tidak diperkenankan masuk stasiun, kata Manajer Umum Sekretaris Perusahaan PT LRT Jakarta Arnold Kindangen.

Commuterline

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) turut mewajibkan penumpang KRL Commuter Line untuk memakai masker mulai 12 April 2020.

Kebijakan itu diberlakukan mengikuti Seruan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Nomor 9 Tahun 2020 tentang Penggunaan Masker Untuk Mencegah Penularan Covid-19.

“Penggunaan masker untuk naik KRL ini akan diwajibkan untuk seluruh pengguna KRL mulai 12 April 2020,” ujar Manager External Relations PT KCI Adli Hakim dalam siaran pers.

Adli berujar, para petugas PT KCI di stasiun dan di dalam KRL akan menyosialisasikan pentingnya pemakaian masker untuk menjaga kesehatan dan mencegah penularan virus corona tipe 2 (SARS-CoV-2) sebelum 12 April 2020.

PT KCI juga menyarankan seluruh penumpang untuk memakai masker kain minimal dua lapis.

“Masker yang disarankan adalah jenis kain minimal dua lapis yang dapat dicuci. Sementara masker sekali pakai, seperti masker surgical dan N95, dapat diutamakan untuk kebutuhan tim medis dan petugas lainnya yang paling rentan tertular virus corona,” kata Adli.

Selain itu, PT KCI juga mengimbau seluruh penumpang untuk menjaga jarak aman saat naik KRL.

Penumpang juga diminta sering mencuci tangan menggunakan sabun dengan air yang mengalir, dan menunda perjalanan yang tidak penting dan tidak mendesak.

Kebijakan Anies Baswedan

Perlu diketahui bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan telah mengurimkan memo pada hari Sabtu, 4 April 2020. Memo tersebut ditujukan untuk para operator transportasi umum yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov DKI Jakarta agar mendorong pelanggan menggunakan masker juga mengungkap hal serupa.

Memo kepada para direktur utama pengelola kereta Moda Raya Terpadu (MRT), kereta Lintas Rel Terpadu (LRT), dan bus Transjakarta itu menegaskan bahwa penumpang yang tidak menggunakan masker dilarang naik ke kendaraan umum.

“Bila tanpa masker, maka tidak diizinkan untuk naik kendaraan umum. Sosialisasikan kebijakan ini kepada penumpang atau warga secara masif di semua halte atau bus, stasiun atau gerbong, dan lain-lain,” ujarnya.

Anies menyebut sosialisasi massif harus dilakukan pada Senin, 6 April 2020 yang nantinya berlanjut kepada penegakkan terhadap pelanggaran yang mulai dilaksanakan sejak Minggu, 12 April 2020. [RED]

Pos terkait