Tak Taat Aturan PSBB di Jawa Barat, Siap-siap Ditilang

  • Whatsapp
ridwan kamil
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat membagikan bantuan sembako kepada driver ojek dan petugas PT POS yang masih harus bekerja menjadi kurir di tengah penetapan PSBB di Jawa Barat. [foto : twitter/ridwankamil]

Inisiatifnews.com – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan bahwa masyarakat yang kedapatan melanggar aturan dalam pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk menanggulangi Novel Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di wilayah Bandung Raya akan mendapatkan sanksi, berupa surat tilang ataupun blangko teguran.

Disampaikan Kang Emil, sapaan akrabnya, agar masyarakat mematuhi aturan yang diberlakukan itu demi kepentingan bersama.

Bacaan Lainnya

“Dalam melaksanakan PSBB ini, taati aturan yang dikeluarkan wali kota dan bupati masing-masing. Karena jika melanggar akan ada sanksi, ada surat tilang atau blangko teguran bagi mereka yang melanggar aturan,” kata Kang Emil, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (17/4/2020).

Bandung Raya yang akan diberlakukan PSBB tersebut meliputi ; Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, dan Kabupaten Sumedang.

Ia pun meminta kepada wali kota dan bupati masing-masing wilayah tersebut untuk mulai melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penerapan PSBB.

Sementara itu, penerapan PSBB di wilayah Bandung Raya akan mulai berlaku pada 22 April 2020 mendatang. Ini menyusul setelah diberlakukannya PSBB untuk 5 wilayah Jawa Barat yakni Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi dan Kota Depok pada tanggal 15 April 2020 lalu.

Kang Emil menyarankan agar masyarakat mulai beradaptasi dulu dengan situasi yang harus mereka jalani sepanjang penetapan PSBB di Bandung Raya. Dan ketika PSBB sudah mulai diberlakukan, maka diharapkan seluruh masyarakat bersedia taat dan mengikutinya.

“Kami mengimbau masyarakat di Bandung Raya yang jumlahnya kurang lebih mendekati 9-10 juta jiwa, agar melakukan adaptasi persiapan-persiapan dalam melaksanakan PSBB ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Emil menyatakan pihaknya bersama lima kepala daerah tersebut akan meningkatkan tes massal (rapid test) terkait virus corona.

“Tujuan PSBB ini juga ingin memberikan ruang disiplin kepada daerah dan dilacak, dites sehingga kita di akhir waktu akan tahu siapa-siapa yang berada di zona yang harus diwaspadai,” ujar mantan wali kota Bandung itu.

Sebelumnya, Emil menyampaikan Jawa Barat menjadi provinsi dengan wilayah terbanyak yang menerapkan PSBB. Total 10 wilayah kabupaten/kota yang melaksanakan PSBB dalam menekan penyebaran virus corona.

Wilayah yang lebih dahulu menjalankan PSBB antara lain Kota dan Kabupaten Bogor, Kota dan Kabupaten Bekasi, serta Kota Depok. Jawa Barat sendiri menjadi provinsi kedua jumlah kasus positif virus corona dengan 632 kasus. []

Pos terkait