Dinyatakan Negatif Covid-19, PDP di Boyolali Dipulangkan

  • Whatsapp
IMG 20200502
Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali.

Inisiatifnews.com – Juru bicara Rumah Sakit Darurat Covid-19 di Boyolali, dr. Y.S Nugroho menyampaikan bahwa salah satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berinisial TS sudah dinyatakan sembuh.

Alhamdulillah pasien positif dari Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali pada tanggal 24 Maret 2020 merupakan ABK Kapal. Beliau dinyatakan sembuh dan boleh pulang,” kata Nugroho dalam konferensi persnya di Kantor Dinas Kesehatan, Jl. Pandanaran Kelurahan Siswodipuran, Kec/Kab. Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (2/5/2020).

Bacaan Lainnya

Ia berharap agar warga sekitar tetap menerima pasien yang telah dinyatakan negatif Covid-19, bahkan ikut membantu membangkitkan mentalnya setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit.

“Semoga pasien tersebut dapat diterima oleh masyarakat dan untuk diberikan support kepada mantan pasien tersebut,” ujarnya.

Dijelaskan Nugroho, bahwa dalam standar yang diberlakukan di RSD Covid-19 Boyolali, seseorang dinyatakan sembuh setelah hasil pemeriksaan terakhir dinyatakan negatif Covid-19. Ada yang bisa langsung dipulangkan, ada juga tidak dan harus dilakukan pemeriksaan ulang untuk memastikan PDP benar-benar steril dari virus tersebut.

“Aturan dipulangkan pasien melalui beberapa tahap yang dianggap dari tingkat kesembuhan, ada yang bisa langsung dipulangkan dan ada yang tidak langsung bisa dipulangkan,” terangnya.

Data Covid-19 Boyolali

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kab. Boyolali dr. Ratri Surviva Lina menyampaikan, bahwa data terbaru kasus Covid-19 di Kabupaten Boyolali per hari Sabtu 2 Mei 2020 adalah 7 (tujuh) orang dinyatakan positif. Sementara untuk data Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 745 orang, dan untuk jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 91 orang.

Kemudian untuk kasus meninggal PDP Covid-19 di Boyolali, tercatat ada 18 orang.

dr Ratri mengharapkan agar para pasien yang dinyatakan sembuh agar tetap diberikan dukungan untuk kembali survive. Apalagi menurutnya, pasien yang menjalani pengawasan dan isolasi juga menurunkan beban mentalnya dan keluarganya pula.

“Himbauan terhadap pasien yang sudah sembuh harap diterima oleh masyarakat mengingat pasien tersebut sudah dilakukan isolasi. Di samping itu penyakit yang dialami juga sangat menjadi beban diri dan keluarganya,” jelasnya. [NOE]

Pos terkait