DPRD Minta Anies Tarik Duit Formula E untuk Tangani Covid-19 di Jakarta

  • Whatsapp
anies dan formula e
Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan saat kampanye rencana penyelenggaraan ajang balap mobil listrik Formula E dengan menaiki mobil BMW i8 Couple di bilangan Monas Jakarta. [source image : twitter/BMW_Indonesia]

Inisiatifnews.com – Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Anthony Winza Prabowo menyarankan agar Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan membatalkan perjanjian kontrak kerjasama penyelenggaraan Formula E Tahun 2020, dimana ada commitment fee yang telah dibayarkan Anies senilai Rp 560 miliar.

“Rp 360 miliar dibayarkan di 2019 untuk perhelatan Formula E tahun 2020 yang sampai sekarang engga jelas kapan mulai, sedangkan Rp 200 miliar untuk perhelatan 2021 juga sudah dibayarkan di 2020,” kata Anthony dalam keterangannya, Senin (4/5/2020) dini hari.

Bacaan Lainnya

Usulan pembatalan dan penarikan duit tanda jadi pelaksaan ajang balap Formula E di Jakarta itu karena menitikberatkan kondisi mendesak alias force majeure, dimana Indonesia tengah disibukkan dengan penanganan wabah dunia Covid-19, termasuk di Jakarta juga sebagai wilayah dengan jumlah kasus terbanyak secara nasional.

Sementara itu, uang sebanyak itu bisa digunakan Anies sendiri untuk mengakomodir kepentingan pangan warga Jakarta dan masyarakat terdampak Covid-19 serta pemberlakuan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Kalau gue jadi Gubernur, udah gue cancel kontraknya karena force majeure. Duitnya bisa jadi berapa sembako guys?,” ujarnya.

Bagi Anthony, justru keberpihakan Anies Baswedan kepada rakyat bisa dilakukan dengan cara keras itu. Apalagi, apalah artinya sebagai gengsi untuk perhelatan dunia balap internasional itu dibandingkan dengan menyelamatkan banyak rakyat terdampak Covid-19.

“Untuk bisa berpikir bahwa menggunakan uang untuk penanganan covid-19 itu lebih penting daripada bikin balapan mobil listrik sepertinya enggak perlu berderet-deret gelar, cuma perlu satu. Nurani. Monggo lanjutkan kalau masih punya nurani,” sindirnya.

Anthony juga menilai bahwa sebenarnya uang commitmen fee untuk perhelatan ajang balap mobil listri Formula E bisa ditarik lagi. Yakni dengan melihat isi perjanjian yang biasanya mencantumkan potensi perubahan atas kesepatan bersama dalam kondisi mendesak.

“Kontrak skala internasional dengan nilai triliunan harusnya ada klausul force majeure. Masa sih acara 2020 batal karena bencana covid terus uang Rp 360 M komitmen fee nguap gitu aja? Malah disuruh bayat commitment untuk tahun depannya lagi. Kalau iya, dulu gimana nego kontraknya?,” pungkasnya.

Jika Anies tidak bisa mengupayakan penarikan Commitment Fee dari kontrak yang dibuat dengan penyelenggara Formula E, Anthony pun mempertanyakan keindonesiaan sang Gubernur.

“Lebih takut ngelanggar komitmen sama asing daripada komitmen sama rakyat? Padahal duitnya dari rakyat, malah duitnya dikasih ke asing. Warga nangis-nangis minta sembako harus gigit jari karena udah komit sama yang bule? Balikin lah. Mana Indonesiamu?,” tutupnya. [REL]

Pos terkait