Anies Berlakukan PSBB Masa Transisi Fase Pertama

  • Whatsapp
IMG 20200604 151535
Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan saat konferensi pers menjelaskan masa transisi fase pertama di tengah Covid-19.

Inisiatifnews.com Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan telah menetapkan masa transisi fase pertama untuk menguji penuntasan masa pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar.

Masa transisi fase pertama ini dibagi menjadi 4 pekan. Di mana pekan pertama 5-7 Juni, pekan kedua 8-14 Juni, pekan ketiga 15-21 Juni, dan pekan keempat 22-28 Juni.

Bacaan Lainnya

Pekan Pertama, Rumah Ibadah

Untuk pekan pertama yakni mulai tanggal 5 Juni atau Jumat besok hingga 7 Juni 2020, rumah-rumah ibadah sudah diijinkan dibuka kembali untuk aktivitas keagamaan wajib.

“Mulai besok, kegiatan beribadah sudah bisa mulai dilakukan. Jadi Masjid, Musholla, Gereja, Vihara, Pure, Klenteng, semua sudah bisa dibuka dan mengikuti prinsip protokol kesehatan,” kata Anies Baswedan dalam konferensi persnya di Jakarta, Kamis (4/6/2020).

Jika pekan pertama ini dinilai aman dan tidak ada penambahan jumlah kasus positif baru, maka pekan kedua akan dilanjutkan dengan membuka sektor ekonomi mandiri.

Pekan Kedua, Perkantoran, Sektor Ekonomi Mandiri dan Sosial Budaya

Pekan kedua masa transisi fase kedua ini akan berlaku pada tanggal 8-14 Juni 2020. Di mana masa transisi ini seluruh sektor perekonomian mandiri dan sosial budaya bagi masyarakat boleh dibuka kembali.

Hanya saja, Anies meminta agar protokol kesehatan tetap diikuti yakni membatasi kapasitas kegiatan yakni 50 persen dan memberlakukan jarak aman minimal 1 meter.

“Perkantoran mulai hari Senin tanggal 8 Juni (boleh buka),” ujarnya.

Kemudian, Anies juga mengizinkan kembalinya aktivitas rumah makan mandiri dan kegiatan retail yang bukan berada di pusat pertokoan.

“Rumah makan mandiri yang bukan di pusat pertokoan atau yang stand alone, Senin juga (bolah buka). Retail yang bukan di pusat pertokoan juga mulai,” jelasnya.

Kemudian sektor sosial budaya seperti museum, taman Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) dan pantai boleh buka mulai tanggal 8 Juni atau hari Senin besok.

“Kegiatan sosial budaya, olahraga outdoor mulai besok, museum, RPTRA, pantai (buka) 8 Juni,” ujarnya.

Pekan Ketiga, Sektor Ekonomi Besar dan Pariwisata

Selanjutnya untuk pekan ketiga masa transisi fase pertama akan dilakukan mulai tanggal 15-21 Juni 2020. Di mana sektor ekonomi atau retail besar seperti mall dan pasar non-pangan boleh kembali beroperasi.

“Mall dan pasar yang non pangan baru bisa mulai pada Senin 15 Juni. Taman rekreasi indoor atau outdoor Sabtu-Minggu 20-21 Juni,” jelasnya.

Anies menekankan bahwa seluruh sektor yang diperbolehkan buka pada masa transisi fase pertama ini kuncinya adalah menekankan pemberlakuan protokol kesehatan yakni jarak aman dan kapasitas maksimal.

“Prinsipnya adalah sektor-sektor yang mulai dibuka masa transisi, 50 persen kapasiitas dan jarak 1 meter harus jaga,” tegasnya.

Aktivitas lalu lintas

Selanjutnya, Anies juga menyampaikan bahwa seluruh akses lalu lintas akan dibuka kembali bagi masyarakat mulai besok, 5 Juni 2020. Bagi pengendara motor yang berboncengan dengan satu keluarga diperbolehkan melintas, begitu juga dengan pengendara mobil.

“Mobilitas pribadi bisa dilakukan full dan motor mobil 50 persen kecuali keluarga, motor boncengan kalau sekeluarga (boleh), mobil kalau keluarga bisa diisi full, taksi beroperasi protokol Covid,” jelasnya.

Sementara untuk aktivitas transportasi publik seperti bus kota, angkutan umum, kereta dan MRT akan diberlakukan jarak aman dan kapasitas maksimal. Dan untuk jam operasional serta jumlah koridor akan kembali normal.

“MRT, Transjakarta akan beroprasi jam normal dengan highway normal dan kapasitas 50 persen dan tempat halte pakai jarak,” pungkasnya.

Hanya saja Anies memberikan penekanan kembali kepada masyarakat agar benar-benar patuh pada protokol di masa transisi fase pertama ini. Apakah fase ini efektif untuk ditingkatkan atau justru dibatalkan, seluruhnya diserahkan kepada masyarakat.

Apabila di tengah jalan pemberlakuan masa transisi fase pertama ini justru dianggap gagal dengan dibuktikan meningkatnya jumlah kasus positif Covid-19, maka kebijakan ini bisa dihentikan dan seluruh akses masyarakat yang sempat diperboleh dibuka kembali akan ditutup kembali.

“Apakah indikator ini aman, maka bisa masuk fase kedua. Kalau di tengah jalan ada masalah maka gugus tugas bisa menutup, artinya semua fasilitas yang nantinya boleh dibuka bs tutup kembali,” tegas Anies.

Maka dari itu, orang nomor satu di DKI Jakarta itu berharap betul kepada masyarakat untuk patuh dan disiplin.

“Jadi penting bagi kita jaga kedisiplinan,” tutupnya. [RED/NOE]

Pos terkait