GMPK Aksi di Kejagung, Desak Penuntasan Kasus Burung Walet Novel Baswedan

  • Whatsapp
IMG 20200619 WA0024
Aksi Gerakan Mahasiswa Pengawal Keadilan (GMPK) di depan Kejaksaan Agung RI. [foto : istimewa]

Inisiatifnews.com Sejumlah massa yang mengatasnamakan diri Gerakan Mahasiswa Pengawal Keadilan (GMPK) menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI).

Dalam aksinya, mereka mendesak kepada institusi hukum tersebut agar kasus dugaan pelanggaran HAM yang menyeret Novel Baswedan kembali dibuka dan dilimpahkan ke pengadilan.

Bacaan Lainnya

“Kami meminta kepada Kejagung RI untuk membuka kembali dan sesegera mungkin melimpahkan kasus dugaan pelanggaran HAM ke Pengadilan,” kata koordinator lapangan, Katon Mauere, Jumat (19/6/2020).

Kasus yang menyeret penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut adalah meninggalnya seseorang dan adanya korban cacat fisik permanen dalam kasus pencurian sarang burung walet saat ia menjabat sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Bengkulu pada tahun 2004.

Ia menyayangkan, kasus penyiraman air keras yang diduga dilakukan oleh dua orang anggota Polisi terhadap Novel justru mengubur kasus lama tersebut.

“Silahkan tegakkan keadilan dalam kasus penyiraman air keras, tapi jangan juga lupa terhadap dugaan pelanggaran HAM yang belum juga terselsaikan sampai saat ini. Jika terhitung sejak 2004, maka kasus ini terbengkalai selama 16 tahun,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia pun meminta agar kasus yang sempat menyeret Novel Baswedan itu segera ditindaklanjuti lagi agar tercapai equalty before the law dan tidak ada pengabaian hukum.

“Kami merasa bahwa Novel Baswedan memiliki keistimewaan pada proses hukum dimana sampai saat ini kasus sarang burung walet belum jelas, dan kami meminta kepada Kejagung kembali melakukan penyelidikan dan Penyidikan kasus tersebut,” tutupnya. [NOE]

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait