Aksi di KPK, Garda Bursel Harap Bupati Bursel Segera Sandang Status Tersangka

  • Whatsapp
IMG 20200729 WA0075
Aksi unjuk rasa Garda Bursel di depan gedung KPK, Jakarta Selatan.

Jakarta, Inisiatifnews.com – Gerakan Pemuda Buru Selatan (Garda Bursel) kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam aksinya, mendesak agar KPK segera menetapkan status hukum Bupati Bursel, Tagop Sudarsono Soulisa sebagai tersangka dalam dugaan kasus gratifikasi di Bursel.

Bacaan Lainnya

“Dalam aksi demo Jilid VI ini kami hanya membawa 1 spanduk yang bertuliskan KPK Segera Tetapkan Bupati Bursel, Tagop sebagai Tersangka. Sebab, sudah saatnya KPK menetapkan status Tagop sebagai tersangka,” kata koordinator aksi, Hamis Souwakil kepada awak media di depan gedung KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (29/7/2020).

Hamis mengatakan, bahwa berdasarkan hasil dari pemeriksaan yang dilakukan terhadap sejumlah pihak yang memiliki kaitan dengan kasus gratifikasi Bursel, para pihak tersebut telah mengakui ada pemberian hadiah atau gratifikasi kepada Tagop.

“Dari hasil pemeriksaan terhadap para pihak yang terkait dengan kasus gratifikasi Bursel, pihak KPK sudah mengantongi bukti-bukti yang kuat terkait adanya pemberian hadiah atau gratifikasi yang diterima oleh Tagop,” ucapnya.

Oleh karena itu, ia mengatakan bahwa KPK sudah sepatutnya segera menaikan status kasus ini dari penyelidikan ke penyidikan dan menetapkan Tagop sebagai tersangka.

“KPK sudah harus menaikan kasus ini dari penyelidikan ke penyidikan dan Tagop harus ditetapkan sebagai tersangka,” paparnya.

Sementara dalam aksi itu, selain Hamis turut melakukan orasi, sejumlah orator lain pun turut ambil bagian, yakni Abdul Karim Souwakil alias Bonu dan Rahmat Mony.

Hamis dalam orasinya menggatakan, kendati kasus dugaan gratifikasi ini sementara ditangani oleh KPK dan Tagop maupun sejumlah pihak sudah diperiksa oleh KPK, ternyata masih saja ada orang-orang yang masih menganggap kasus ini hoax.

“Pidana ini jelas, hanya orang-orang yang tidak memiliki akal saja yang menganggap ini hoax,” teriak Hamis.

Walau begitu, Hamis sangat yakin di bawah pimpinan Firli Bahuri, KPK akan mampu menuntaskan kasus ini sesuai harapan masyarakat di Buru Selatan.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Tim Kuasa Hukum Garda Bursel, Rahmat Mony dalam orasinya mengatakan, bahwa aksi demo yang dilakukan pihaknya untuk ketiga kalinya ini merupakan bentuk komitmen Garda Bursel dalam mengawal kasus dugaan korupsi gratifikasi Bursel.

Ia berharap KPK pun tetap berkomitmen dalam menuntaskan dugaan kasus korupsi di Kabupaten Bursel sesuai amanat yang diberikan oleh negara.

“Lalu hari ini KPK masa bodoh, acuh tak acuh, apatis terhadap gerakan yang kemudian kami bangun, apakah KPK tidak malu sebagai lembaga yang ditugaskan oleh negara untuk memberantas korupsi ?” katanya.

“Sebagai lembaga yang digaji, difasilitasi oleh negara, untuk apa ? yakni untuk kemudian menegakan hukum, menyelamatkan kepentingan rakyat, memenjarakan orang-orang yang melakukan korupsi, khususnya para pejabat-pejabat negara atau birokrat-birokrat yang kerjanya maling uang rakyat,” tutur Mony. [REL]

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pos terkait