Akhirnya, Buku Tembaru Resmi Dirilis

  • Whatsapp
nukhan dzu khalimun penulis buku tembaru
Acara launching bukum Tembaru karya Nukhan Dzu Khalimun. [foto : exclusive Inisiatifnews.com]

Ungaran, Inisiatifnews.com – Dalam kerangka untuk merawat dan menjaga apa arti kampung dan kedamaian tanpa merusak dan mengeksploitasi alam, manusia dan kehidupan melalui desa wisata. Buku berjudul Tembaru akhirnya dirilis.

Tembaru adalah sebuah buku yang merupakan sebuah gagasan startegis desa wisata dan jejak langkah dan ditulis oleh penulis asal Ungaran, Nukhan Dzu Khalimun. Ia menyampaikan bahwa, bukunya tersebut diterbitkan sebagai upaya untuk mengeksplorasi sebuah konsep tentang desa wisata yang dikelola dengan pedoman rasa syukur sebagai manusia, serta bagaimana memanifestasikan sebuah gagasan dan pikiran untuk mensejahterakan masyarakat di kampung halamannya saat ini.

“Buku Tembaru sendiri berisi seputar perkenalan tentang sebuah kampung dengan segala keindahan panorama alam dan kehidupan masyarakat desa yang berada di bawah kaki gunung Ungaran itu, lengkap dengan segala sisi kenyataan hidup dan segala cerita maupun manuskrip sosial yang ada dan hidup lestari di dalamnya terkait sejarah, cerita, kehidupan sosial, adat, kearifan lokal, kebudayaan dan kesenian desa,” kata Nukhan dalam agenda peluncuran buku Tembaru dengan tema ‘Gendu Gendu Roso, Merayakan Buku-buku’, Kamis (30/7/2020) malam.

Totalitas di dalam mengejawantahkan bukunya itu, Nukhan pun sampai membuat konsep peluncuran bukunya dengan tema kearifan lokal. Terlihat dengan layout dan stage dekorasi mengusung konsep budaya Jawa dengan segala pernak perniknya mulai dari sajian ala masyarakat desa, penggunaan material Batik, Besek Bambu dan properti lainnya sampai konsep stage panggung dan audiens bertema lesehan yang merupakan budaya gendu-gendu roso masyarakat desa juga.

“Terkait konsep acara saya rasa kita hanya mengadopsi apa yang sudah melekat dalam personalitas budaya dan kebiasaan masyakat Jawa. Yaitu gendu-gendu roso dimana kita artikan duduk bersama di teras rumah sambil bercengkrama dengan saudara atau tetangga jadi,” jelasnya.

Masih menceritakan tentang bukunya itu, Nukhan pun mengatakan bahwa buku Tembaru sendiri berisi seputar kumpulan pikiran dan konstruksi kerinduan penulis kepada kampung halaman setelah cukup lama meningalkan rumah yang akhirnya ia kehilangan suasana dari kampung tempat dimana ia tumbuh dan berkembang. Akan tetapi waktu memberi pemahaman bahwa kedamaian justru timbul ketika ia pulang kampung, di mana kesederhanaan dan kedamaian justru menjadi barang mahal di kota dewasa ini.

Semenjak itu, ia memutusan untuk pulang dengan segenap batinya. Kemudian ia pun mencoba memberi sebuah pemahaman untuk sebuah nilai tentang masyarakat desa, kehidupan sosial, adat, kearifan lokal, kebudayaan dan Kesenian.

Lebib lanjut, Nukhan Dzu menuturkan bahwa buku ini juga berisi sebuah gagasan dan konseptual desa wisata sebagai terobosan untuk literasi perekonomian yang bisa membawa pada pembangunan ekonomi mandiri. Tujuannya jelas agar roda perekonomian masyarakat bisa tumbuh dan mengalami perbaikan dengan adanya desa wisata tersebut.

“Bisa dimulai dengan berusaha merespon kekayaan alam budaya dan keariafan lokal yang kemudian dibungkus dalam sebuah rumusan. Semua konseptual dan metode untuk membangun desa wisata semua tersusun rapih di dalamnya. Dan buku ini sangat relevan sebagai buku rujukan untuk desa yang ingin membangun dirinya sebagai desa wisata,” terangnya. [NOE]

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •