Mulai Senin Besok, Ganjil Genap di Jakarta Bakal Kembali Diberlakukan

  • Whatsapp
ganjil genap
Peringatan kawasan Ganjil Genap di DKI Jakarta.

Inisiatifnews.com – Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan bahwa Pemprov DKI Jakarta akan kembali penerapan program ganjil genap (gage). Tujuan dari diberlakukannya kembali program pembatasan lalu lintas di area khusus tersebut adalah dalam rangka untuk mengendalikan mobilitas masyakarat di tengah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi dan memutus mata rantai penularan Covid-19.

“Mulai hari Senin 3 Agustus, kebijakan pembatasan lalu lintas dengan sistem gage itu akan dioperasionalkan,” kata Syafrin Liputo kepada wartawan, Sabtu (1/8/2020).

Bacaan Lainnya

Program ganjil genap tersebut sesuai dengan Pergub DKI Jakarta Nomor 88 Tahun 2019, di mana kebijakan pembatasan lalu lintas tersebut akan diaktivasi kembali di 25 ruas jalan dengan dua periode waktu, yaitu pagi pukul 06.00-10.00 WIB pagi dan 16.00-21.00 WIB pada sore.

Syafrin menjelaskan salah satu alasan diterapkannya kembali ganjil genap tersebut yaitu karena volume mobilitas masyakarat selama masa PSBB transisi sangat tinggi. Bahkan, kata dia, volumenya sudah di atas normal.

“Dari hasil analisa kami, volume lalu lintas di beberapa titik ternyata sudah di atas normal. Artinya pengaturan waktu, termasuk WFH (bekerja dari rumah) selama PSBB transisi ini tidak berjalan efektif,” tuturnya.

Di sisi lain, penerapan surat izin keluar masuk (SIKM) di Jakarta sudah tidak diberlakukan. Penerapan gage disebut menjadi salah satu instrumen yang tujuannya hampir sama seperti SIKM yaitu melakukan pembatasan mobilitas masyarakat berkendara di Jakarta.

Syafrin menyebut saat ini usaha perkantoran telah menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. Penyebabnya, banyak kantor yang tak patuhi aturan protokol kesehatan Covid-19, termasuk tidak melakukan pembatasan karyawannya.

Dia mengklaim gage dapat mendukung berjalannya aturan tentang penerapan jam kerja dan pembatasan 50% maksimal jumlah pekerja di perkantoran.

“Harapannya dengan pola ini volume lalu lintas turun dan paling utama adalah tidak ada penumpukan di pusat-pusat kegiatan atau tempat keramaian karena adanya pergerakan orang yang enggak penting,” ujar dia. [RED]

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Pos terkait